by

9 Bulan Anggota Koperasi Meskom Sejati Belum Terima Dana Kompensasi Bagi Hasil

-Bisnis-111 views

NarasiNews, Bengkalis – Keluh kesah anggota Koperasi Meskom Sejati setelah 9 (sembilan) bulan belum menerima dana kompensasi bagi hasil dari Koperasi Meskom Sejati.

Anggota Koperasi Meskom Sejati Yanuar Burhan me wakili anggota lainnya mengharapkan pihak Koperasi Meskom Sejati segera membagikan atau membayarkan kompensasi tersebut secepatnya mengingat sekarang sudah sembilan bulan belum menerima dan di karenakan wabah Covid 19 masyarakat di himbau untuk LockDown.

Terkait hal ini awak media menghubungi pihak pengurus Koperasi Meskom Sejati yakni Wakil Ketua Koperasi Meskom Sejati Thamrin melalui telephon seluler Senin (6/4/2020) mengatakan belum di bayarkan karena “Hasil tidak memadai, buahnya trik dan harganya jatuh, namun pihak Koperasi telah mengajukan permohonan pencairan ke pada management perusahaan, meminta sebelum bulan puasa dana tersebut sudah cair,” tegasnya.

Lanjut Thamrin “hutang Koperasi saat ini tinggal Rp.255 Milyar yang mana sebelumnya hutang Koperasi Rp.270 Milyar dan Alhamdulillah telah diangsur pada tahun kemaren sebesar Rp.15 Milyar,” ungkapnya.

Dari data yang di terima media yakni laporan pertanggung jawaban tutup buku per 31 Desember 2018, disini tertera laporan pada halaman 21, beban umum dan administrasi terdapat nilai yang pantastik senilai Rp.665 juta Biaya operasi pengurus dan badan pengawas, dan Rp.672 juta Biaya operasional pengurus unit kerja KMS.

Hal ini ditanggapi Wakil Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jefri Sabtu (11/4/2020) mengatakan “Saya menilai koprasi meskom sejati kurang Transparan tentang bagi hasil terhadap anggota koprasi maupun pemilik kebun hal ini harus di usut sampai ketitik Ahir dan kami akan dampingi sampai masaalah ini sampai selesai dan akan membuat laporan ke pihak yang berwajib apabila tidak ada kejelasan dari pihak koperasi kerna ini sudah ada sifatnya tindakan merugikan masyarakat kelompok perkebunan yang terletak di wailayah PT Meskom Agro Mas. Dan kami dari LAKI juga akan memantau kemana dan untuk apa dana koperasi meskom ini di alirkan,” tegasnya.

Anggota Koperasi Meskom Sejati Yanuar Burhan kepada awak media Sabtu (11/4/2020) terkait kinerja dan tata kelola kepengurusan koperasi mengutarakan “saya sebagai anggota koperasi dan bagian dari Koperasi Meskom Sejati sangat kecewa dengan tidak adanya tranparansi pengurus, sejak tergabung di koperasi ini belum pernah sekalipun ikut atau di libatkan dalam rapat tahunan koperasi, dan sampai hari ini saya pun belum pernah dapat atau membaca ADRT Koperasi Meskom Sejati sedangkan saya tercatat sebagai anggota koperasi.”

Yanuar Burhan melanjutkan “diduga ada indikasi penyimpangan dana Koperasi yang selama ini berjalan, dari sekian lama koperasi ini berjalan baru saya melihat laporan pertanggung jawaban tahun 2018, mana laporan tahun sebelumnya. Dari laporan pertanggung jawaban tahun 2018 ini ada dana yang sangat pantastik dan tak masuk akan senilai Rp.672 juta dan Rp.665 juta. Diminta pihak yang berkompeten untuk dapat memantau dan menindaklanjuti adanya dugaan penggunaan dana yang tidak jelas dan masuk akal,” harapnya.

(Redaksi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita