by

Aksi Demo Mahasiswa Gempur Bengkalis Tuntut Batal dan Cabut Omnibus Law

-Berita-69 views

NarasiNews,Bengkalis – Ratusan mahasiswa Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Gempur (Gerakan Mahasiswa, Pemuda, Buruh dan Rakyat) melakukan aksi demo menuntut ke pemerintah untuk Cabut dan Batalkan Omnibus Law.

Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang telah di setujui DPR memicu aksi demo di berbagai daerah termasuk di Bengkalis.

Mahasiswa Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Gempur melakukan aksi demo menyuarakan buruh Kabupaten Bengkalis menuntut agar pemerintah Mencabut Dan Membatalkan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gempur di mulai pukul 08.00 bertempat di Lapangan Tugu Bengkalis, jalan Jendral Ahmad Yani di hadiri ratusan mahasiswa dari berbagai Universita di Kabupaten Bengkalis dan mahasiswa UNRI, UIN Susqo yang berdomisili di Kabupaten Bengkalis.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gempur berasal dari Politeknik Bengkalis, Akademi Komunitas, STIE, Mahasiswa UNRI dan UIN Susqo asal Bengkalis serta HMI dan PMI.Di titik kumpul Lapangan Tugu Bengkalis, Koordinator Umum Gempur, Fahrian Ramdani mengajak massa untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan, jangan terprovokasi oleh penyusup serta citakan kondisi yang kondusif.

Pada kesempatan ini Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan menghimbau kepada peserta aksi demo untuk menjaga kondisi yang kondusif dan mematuhi protokol kesehatan selama menjalankan aksi dan jangan merusak fasilitas yang ada, karena fasilitas yang ada milik pemerintah dan juga milik masyarakat, tegasnya di saat massa aksi demo berkumpul di Lapangan Tugu Bengkalis.

Aksi mahasiswa berlanjut ke gedung DPRD Kabupaten Bengkalis dengan di iringi kawalan dari pihak kepolisian Polres Bengkalis. Dengan tertib massa aksi bergerak ke gedung DPRD Kabupaten Bengkalis untuk menyampaikan tuntutannya Mencabut dan Membatalkan Omnibus Law yang telah di setujui DPR.(Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita