by

Beginilah Cara Menjaga Diri

-Serambi-217 views

NarasiNews – Dunia adalah ruang ujian yang besar. Didalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling tarik menarik, satu kekuatan menarik menuju keburukan dan satu kekuatan menarik kita menuju kebaikan.

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا

“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” (QS.Asy-Syams:8)

Setiap hari manusia selalu berjibaku dengan dua kekuatan ini. Tiada harinya yang luput dari peperangan antara sisi dirinya yang mengajak kepada keburukan dan sisi dirinya yang menarik menuju kebaikan. Kali ini kita akan mendengar sebuah kisah yang sangat menarik tentang seorang pemuda. Hari itu ia mendatangi orang bijak untuk berkonsultasi dan meminta pendapat mengenai masalah dalam hidupnya.

Pemuda itu berkata, “Tuan, aku adalah seorang pemuda yang memiliki bermacam hasrat dan keinginan yang meledak-ledak. Aku sering tergoda dengan rayuan syahwat. Setiap aku melewati keramaian pasti mataku tidak bisa menahan diri untuk melihat wanita dan memperhatikan mereka. Orang bijak itu tersenyum dan memberinya satu gelas susu yang sangat penuh. Kemudian ia berkata, “Peganglah gelas ini dan bawalah kesana (sambil menunjuk ke tempat yang agak jauh). Dan syaratnya tidak boleh ada sedikitpun yang tumpah !”. Ketika pemuda ini akan berjalan, orang bijak itu memerintahkan muridnya untuk mengikutinya dan ia berkata, “Bila ada setetes pun yang tumpah maka pukul lah pemuda itu dihadapan semua orang !”

Pemuda itu mulai berjalan dan diikuti oleh si murid yang memegang kayu. Ia berjalan dengan sangat hati-hati agar susu itu tidak tumpah. Dan akhirnya ia pun berhasil sampai di tujuan tanpa ada susu yang tumpah sedikit pun.

Ketika kembali orang bijak itu berkata : “Ketika kau berjalan membawa gelas itu, apa yang kau lihat?”

Pemuda itu menjawab, “Wahai tuan, aku tidak melihat apa-apa kecuali gelas itu. Aku hanya fokus dan konsentrasi dengan susu yang ada ditanganku, karena aku takut bila ada sedikit saja yang tumpah maka aku akan dipukul.”

Orang bijak itu pun berkata : “Begitulah keadaan seorang mukmin. Bila ia benar-benar takut kepada Allah dan takut dengan kehinaan dan siksaan yang akan ia dapatkan di akhirat maka ia akan menjauhi semua maksiat. Ia akan berjalan dengan penuh kehati-hatian karena sedikit saja kesalahan pasti akan membawa akibat.”

Kisah ini mengingatkan kita pada firman-Nya :

قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ

Katakanlah (Muhammad), “Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” (QS.Al-An’am:15)

Mungkin selama ini kita berjalan tanpa peduli susu yang ditangan kita berjatuhan. Kita tak peduli dengan dosa-dosa yang mengotori tubuh kita. Namun mari kembali sadar dan mengingat Allah, mengingat semua peringatan dan janji-Nya dan mulailah untuk berjalan perlahan agar kita mampu menolak berbagai rayuan dan kemaksiatan.

Sumber : khazanahalquran.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita