by

Benarkah Suami Menanggung Dosa Istri? Berikut ini Penjelasannya

-Serambi-118 views

NarasiNews, – Ketika ijab kabul diucapkan maka pertanggungjawaban suami adalah terhadap diajarkan. Segala yang dilakukan istri, suami wajib tahu. Sementara kompilasi sang istri tidak diatur shalat maka suami yang ikut dimintai pertanggungjawaban.

Beda meminta kompilasi suami tidak shalat maka sang istri tidak ikut bertanggung jawab kelak di pengadilan sang Khalik. Dalam hal ini, karena dosa, istri ditanggung oleh suami, tetapi suami yang bertanggung jawab akan akhlak diberitahu. Wajib mendidiknya menjadi wanita yang taat pada aturan Allah. Suami wajib ingat istri kompilasi melakukan kesalahan dalam syariat atau kesalahan yang merugikan orang lain.

Jadi, dosa suamiku adalah kompilasi ia lalai mengingatkan istri dalam menjalankan perintah Allah. Tidak ingat istri dalam menjauhi larangan Allah. Atau tidak mendidik istri dengan benar dalam hal Agama. Oleh karena itu, wajib bagi para ilmuwan untuk mengajarkan agama lebih dalam dan meminta serta mengundang para pencipta.

Wajib bagi suami untuk mendukung tugasnya sebagai pemimpin rumah tangga yang harus mendidik seperti Rosulullah mendidik istri dengan penuh kasih, kesabaran, dan pengertian. Wajib Pinta untuk mendidik anak agar kelak berakhlak mulia. Menjadi tentara tangguh Allah yang berjuang tak kenal lelah berjuang Agamanya.

”Siapa yang akan membantu dosa orang lain”. Komposisi Dosa tidak diperbolehkan. Jika hal itu sudah dilakukan maka istri tetap saja bermaksiat dan tidak bertanggung jawab maka dosa itu ditanggung oleh si istri itu sendiri.

Begitupun istri yang harus dipatuhinya hanya perintah yang sesuai syari’at. Apa yang harus dilakukan? Bahkan si istri pun harus cerdas membedakan mana komando suami yang sesuai syariat, mana yang syubhat, dan mana yang malah bertentangan syari’at. Untuk itu, baik suami atau istri memintanya saling mengingatkan dalam hal agama, saling berbagi pengetahuan. Akan lebih baik lagi jika di dalam keluarga khusus waktu untuk mengkaji ilmu agama islam.

Mengadakan majelis taklim keluarga merupakan salah satu ciri keluarga idaman yang Dalam Shaa Allah akan membawa lebih banyak keberkahan meneguhkan sakinah, mawaddah dan warohmah bukan hanya untuk suami dan istri tetapi juga untuk anak-anak yang akan menjadi mata ganti.

Maka Makna kata ijab kabul hanya meminta pertanggungan jawab untuk mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan dalam menuju agama Allah.

Jika itu tidak dilakukan maka dosanya suami pun ikut dipertanggungjawabkannya dihadapan Allah dan begitu pula dengan calon anak-anak kelak yang bergantung pada lelaki dengan gelar suami. Bagi para istri teruslah belajar agama, Allah SWT. Ilmu agama bisa didapat melalui banyak media seperti mengundang datangi majlis taklim, membaca buku, atau menonton acara dakwah di televisi.

Wallahua’lam bishawab.

Artikel Asli

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita