by

Berkas Tersangka HS Dan MB Dinyatakan Lengkap

-Berita-79 views

NarasiNews, Jakarta. – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan pemberkasan perkara Tersangka HS (HANDOKO SETIONO) selaku Komisaris PT. Arta Niaga NusantaraI (PT. ANN) dan bersama Tersangka MB (MELIA BOENTARAN) juga sebagai Direktur PT Arta Niaga Nusantara, (PT ANN) yang dilanjutkan dengan melaksanakan Tahap II (Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti) kepada Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyampaikan terhadap awak media bahwa Dimana Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum), sebelumnya melakukan penelitian kelengkapan berkas perkara dan dinyatakan lengkap jelas Ali Fikri.

Ali Fikri memaparkan juga bahwa untuk penahanan para Tersangka beralih dan menjadi kewenangan Tim JPU masing-masing selama 20 hari kedepan, dimulai 4 Juni 2021 sampai dengan 23 Juni 2021, sbb : Tsk HS di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Tsk MB di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Dalam waktu 14 hari kerja, Tim JPU akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan berkas perkara tersebut ke PN (Pengadilan Negeri) Tipikor. Yang Diagendakan persidangan di PN Tipikor Pekanbaru ungkap nya.

Ali Fikri menjelaskan bahwa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis pada 16 Mei 2019.

KPK juga telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar jelas Ali Fikri.

Ali Fikri menambah kan bahwa dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis,dalam kedua perkara tersebut, KPK juga telah menetapkan dua orang tersangka.

Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp 105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp 60,5 miliar.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Tersangka Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.(Relis KPK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita