by

Cara Taubat Yang Betul Jika Banyak Meningalkan Solat fardhu

-Serambi-156 views

NarasiNews – Cara Taubat Yang Betul Jika Banyak Meningalkan Solat fardhu | Allah menegaskan dalam al-Quran, bahwa solat fardu merupakan ibadah yang mempunyai jangka masa tertentu waktunya.

Ada batas awal dan ada batas akhir. Sebagaimana tidak sah melakukan solat sebelum waktu, juga tidak sah melakukan solat, setelah keluar waktu.

Allah berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya solat merupakan kewajiban bagi orang beriman yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Hanya saja, bagi mereka yang tidak sengaja meninggalkan solat, misalnya kerana ketiduran atau lupa, diberi toleransi untuk mengqadha’nya, dengan mengerjakannya ketika bangun atau ketika ingat.

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barang siapa yang kelupaan solat atau tertidur sehingga terlewat waktu solat maka penebusnya adalah dia segera solat ketika ia ingat.” (HR. Ahmad 11972 dan Muslim 1600).

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا ، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

“Siapa yang lupa solat, maka dia harus solat ketika ingat. Tidak ada kaffarah untuk menebusnya selain itu.” (HR. Bukhari 597 & Muslim 1598), Hadis ini menunjukkan, tidak ada kesempatan untuk menebus kesalahan meninggalkan solat, selain bagi orang yang kelupaan dan ketiduran, dan itupun harus dilakukan ketika bangun atau ketika dia ingat.

Ketika orang meninggalkan solat dengan sengaja, kemudian dia mengerjakan solat ketika taubat, hakekat yang terjadi : Dia mengerjakan solat di luar waktu. Dan mengerjakan shalat setelah waktunya habis, statusnya tidak sah. Dia melakukan kaffarah (penebus dosa) yang tidak ada panduannya dari dalil.

Sementara penebusan kesalahan meninggalkan solat yang disebutkan dalam dalil, hanya berlaku untuk mereka yang ketiduran atau kelupaan. Lalu Bagaimana Cara Taubat Mereka yang Meninggalkan Solat?

Pada prinsipnya, inti dari taubat ada 5:

~ Ikhlas dengan memohon ampun kepada Allah [الاستغفار]
~ Meninggalkan dosa yang dilakukan [الاقلاع]
~ Menyesali perbuatannya [الندم], sehingga dia mengakui apa yang dia lakukan adalah kesalahan
~ Bertekad untuk mengulangi [العزم]. Tekad ini yang akan menghalangi dia jangan sampai melanjutkan dosanya.
~ Melakukan perbaikan [الاصلاح]. Melakukan upaya yang bisa memperbaiki dirinya.

Allah berfirman,
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka kerana Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS. an-Nisa: 146).

Bahagian yang menjadi fokus perhatian kita adalah apa yang harus dilakukan dalam rangka upaya perbaikan yang harus dilakukan oleh orang yang meninggalkan solat?

Ada satu hadis yang bisa kita jadikan titik terang. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan proses hisab amal hamba,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ

“Amal manusia pertama yang akan dihisab kelak di hari kiamat adalah solat. Allah bertanya kepada para Malaikatnya – meskipun Dia paling tahu – “Perhatikan solat hamba-Ku, apakah dia mengerjakannya dengan sempurna ataukah dia menguranginya?”

Jika solatnya sempurna, dicatat sempurna, dan jika ada yang kurang, Allah berfirman, “Perhatikan, apakah hamba-Ku memiliki solat sunah?.” jika dia punya solat sunah,

Allah perintahkan, “Sempurnakan catatan solat wajib hamba-Ku dengan solat sunahnya.” (HR. Nasai 465, Abu Daud 864, Turmudzi 415, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan, bagi siapa saja yang meninggalkan solat wajib, agar segera bertaubat dan perbanyak melakukan solat sunah. Dengan harapan, solat sunah yang dia kerjakan bisa menjadi penebus kesalahannya.

Syaikhul Islam mengatakan,
وتارك الصلاة عمدا لا يشرع له قضاؤها ، ولا تصح منه ، بل يكثر من التطوع ، وهو قول طائفة من السلف

“Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja, tidak disyariatkan meng-qadhanya. Dan jika dilakukan, solat qadhanya tidak sah. Namun yang dia lakukan adalah memperbanyak solat sunah. Ini meruapakan pendapat sebagian ulama masa silam.” (al-ikhtiyarot, hlm. 34).

Keterangan lain disampaikan Ibnu Hazm,
من تعمد ترك الصلاة حتى خرج وقتها فهذا لا يقدر على قضائها أبداً، فليكثر من فعل الخير وصلاة التطوع؛ ليُثَقِّل ميزانه يوم القيامة؛ وليَتُبْ وليستغفر الله عز وجل

“Siapa yang sengaja meninggalkan solat sampai keluar waktunya, maka selama dia tidak bisa mengqadha’-nya. Hendaknya dia memperbanyak amal soleh dan solat sunah,

Agar memperberat timbangannya keelah di hari kiamat. Dia harus bertaubat dan banyak istighfar.” (al-Muhalla, 2/279).

Kerana itu, kewajiban orang yang pernah meninggalkan solat wajib, dan sekarang telah bertaubat,

Banyak memohon ampun kepada Allah SWT.

~ Memperbanyak solat sunah,Mencari komunitas yang baik, yang bisa memotivasi dirinya untuk menjaga solat, Dan jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat hidayah untuk taubat. Allahu a’lam

Dari ; Nasihat Ustadz

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita