by

Dari 3 Saksi Yang Di Periksa KPK,Salah Satu Mantan Bupati Kampar

-Berita-33 views

NarasiNews,Jakarta. – Pada hari ini (20/1) dijadwalkan saksi Adnan (AN) terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years di Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016, Sedangkan pemeriksaan nya di Kepolisian Daerah Provinsi Riau, Jl. Jend. Sudirman No.235, Pekan Baru, Riau.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pada media bahwa Hari ini (20/1) dijadwalkan pemeriksaan saksi Adnan (AN) sedangkan Nama Saksi yang di periksa oleh Tim Penyidik KPK ialah :

1. JEFRY NOER Swasta (Bupati Kab. Kampar periode tahun 2011 s.d. 2016),

2. INDRA POMI NASUTION Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan tahun 2015 s.d. 2016

3. AHMAD FIKRI, S.Ag Swasta Mantan Ketua DPRD Kab. Kampar 2014.ungkap Ali Fikri.

Ali Fikri kembali memaparkan pada media bahwa Kasus ini berawal saat Pemkab Kampar pada Oktober 2013 mencanangkan beberapa proyek strategis, di antaranya adalah pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut dengan Jembatan Waterfront City.

Adnan kemudian mengadakan pertemuan di Jakarta dengan I Ketut Suarbawa dan beberapa pihak Iain. Dalam pertemuan itu, Adnan memerintahkan untuk memberikan informasi tentang desain jembatan dan “perkiraan insinyur” kepada I Ketut Suarbawa jelas Ali Fikri.

Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan pondasi Lelang itu dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 19 Agustus 2013.

Pada Oktober 2013, ditandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan nilai sekitar Rp 15miliar dengan ruang lingkup pekerjaan pondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

Sementara itu Adnan meminta estimasi pembuatan anggaran proyek pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2014 kepada konsultan dan I Ketut Suarbawa meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan,Jelas Ali Fikri.

Adnan dan I Ketut Suarbawa diduga telah berkerjasama terkait penetapan harga itu sendiri, dan ini terus berlanjut sampai pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun yang dibiayai oleh APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015, dan APBD Tahun Anggaran 2016.

Dugaan Adnan telah menerima uang kurang dari Rp1 miliar atau 1% dari nilai kontrak,proyek yang menimbulkan kerugian keuangan negara Rp39,2 miliar dari proyek pembangunan Jembatan Waterfront City pada Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp117.68 miliar pungkas Ali Fikri.

Sumber : Release KPK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita