by

Di Hari Yang Ke Dua ini ,KPK Kembali Memproses 6 Saksi Lagi Yang Berbeda

-Berita-35 views

NarasiNews,Riau. – Komisii Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada hari ini Selasa (16/2/21) kembali melakukan pemeriksaan enam orang saksi tersangka Direktur PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN) MB dalam lanjutan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau TA 2013 s/d TA 2015, di Markas Kepolisian Daerah Riau.

Sebelumnya KPK juga telah menahan dua orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek multi years peningkatan Jalan Lingkar Batu, Siak Kecil, tahun anggaran 2013-2015 ini.

Tersangkanya ditahan yakni Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN) HS dan Direktur PT ANN MB.Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam pesan singkatnya (WhatsApp) membnarkan saat ini penyidik KPK sedang berada di Mapolda Riau, mereka (penyidik) rencana pagi ini akan memeriksa, 7 saksi terkait tersangka MB yakni Direktur PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN).

“Pada hari ini dilakukan pemeriksaan saksi MB TPK proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau TA 2013 s/d TA 2015, pemeriksaan dilakukan di Kepolisian Daerah Riau

Adapun nama nama Saksi Yang di Periksa KPK adalah

1. Hery Indra Putra PNS

2. Erwin Achyar Pensiunan PNS

3. Indrawan Sukmana Swasta / Dosen Politkenik Bengkalis sampai tahun 2014 / Anggota Komisi III DPRD Bengkalis 2014 – 2019

4. Asmawi Wiraswasta

5. Abdul Kadir DPRD

6. Syarifudin Pensiunan Dinas PU Kab.Bengkalis,” jelas Ali Fikri melalui WhatsApp, Selasa (16/2/2021).

Selanjutnya Ali Fikri Kembali Memaparkan sebelumnya, KPK telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

Pertama, dalam dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek “multiyears” pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis ungkap Juru Bicara KPK.

Dalam dua perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka.Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Begitu pun tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.Hanya saja diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp60,5 miliar.

Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek “multiyears” pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Tersangka Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

KPK pun pada Jumat (17/1) kembali mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.

Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multi years) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB) tandas Ali Fikri.

(Sumber KPK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita