by

Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp.30.000,-

-Bisnis-96 views

NarasiNews,Bengkalis – Sesuai perkembangan zaman elpiji merupakan kebutuhan masyarakat pengganti minyak tanah untuk kebutuhan masak memasak di rumah tangga.

Program perubahan dari minyak tanah ke elpiji ini di mulai sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan wakilnya Jusuf Kalla hingga pemerintahan saat ini.

Semenjak itulah masyarakat menggunakan elpiji untuk memasak, dan ini sudah berlangsung beberapa tahun di seluruh Indonesia termasuklah di negeri junjungan Bengkalis ini.

Untuk menstabilkan harga elpiji di Kabupaten Bengkalis pada masa kepemimpinan Bupati Herliyan Saleh di keluarkanlah suatu keputusan terkait harga eceran elpiji untuk masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 232/KPTS/v/2015 tahun 2015 telah mengeluar peraturan tentang harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji (liquid petroleum) 3 kilogram seharga Rp. 21.500,-.

Harga elpiji yang ditetapkan pemerintah pusat dengan harga elpiji yang ditetapkan pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis sangat berbeda.


Meskipun telah ditetapkan harga eceran elpiji untuk Kabupaten Bengkalis sebesar Rp.21.500,- namun pada prakteknya agen elpiji dan toko penjual elpiji menjual dengan harga diatas harga HET elpiji yang telah di tetapkan.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H kenaikan harga Elpiji di Bengkalis sangat melonjak tinggi hingga mencapai harga Rp.30.000,- sementara sebelumnya harga berkisar Rp.25.000,- hingga Rp.27.000,-

Jefridin masyarakat Bengkalis warga jalan Bantan mengeluh kenaikan harga elpiji yang saat ini melambung tinggi tanpa ada pengawasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bengkalis.

“Harga elpiji sekarang sudah Rp.30.000,- mentang-mentang mau hari Raya Haji ni sesuka Dia saja naikan harganya.

Biasanya harga Rp.25.000,- sampai Rp.27.000,- ni dah melampau nampaknya. Mana Dinas Perndag yang menetapkan harga HET elpiji dan mana Satpol PP yang katanya penegak Perda,” ungkap Jefridin dengan logat Melayunya kepada awak media, Kamis 30 Juli 2020.

Lebih lanjut Jefri menegaskan “dalam hal ini Dinas Perindag sebagai pembuat perda Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji di Kabupaten Bengkalis hendaknya bisa mengawasi dan memberi teguran kepada agen atau penjual elpiji untuk menjual harga elpiji seduai dengan HET yang telah ditetapkan dan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) penegak Perda Kabupaten Bengkalis untuk bisa bertindak tegas terhadap agen/pedang elpiji yang melebihi dari harga HET yang telah diatur dalam Perda Kabupaten Bengkalis,” tegasnya.

Terkait harga elpiji yang dijual pedagang melebihi harga HET Pemda Bengkalis, sebagai penegak Perda Kepala Satpol PP Kabupaten Bengkalis Ginting menanggapi “Koordinasikan terlebih dahulu sama OPD Perindag yang menanganinya.

Sejauh mana penyelesaiannya, jika perlu bantuan dari Satpol-PP, Dinas yang bersangkutan akan menyurati Satpol-PP demikian SOP nya.


Jika tidak ditindaklanjuti oleh OPD tersebut buatkan surat secara resmi kepada Satpol-PP Bengkalis sebagai dasar hukum untuk tim gabungan penegak perda dan ketertiban umum.

Tim penegak perda dan trantibum itu adalah Satpol-PP dan Polres Bengkalis,” ungkap Ginting kepada awak media melalui WhasApp, Kamis 30 Juli 2020.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Bengkalis Indra Gunawan yang di hubungi awak media melalui sambungan WhatsApp tidak memberikan jawaban.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis Sanusi, SH.,MH kepada awak media, Kamis 30 Juli 2020 menyayangkan jika harga elpiji dibjual diatas harga HET Pemda.


“Sangat menyayangkan jika benar harga Elpiji bersubsidi tidak sesuai dengan HET, Dinas terkait harus melakukan penertiban, agar masyarakat tidak dirugikan, Gas Elpiji bersubsidi buat masyarakat tidak mampu,” terang Sanusi.(ep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita