by

Kelima Oknum Perusahaan PT Wijaya Karya Diperiksa KPK Pasca Penyuapan Dua Tersangka Kasus Jembatan Kampar.

-Berita-141 views

NarasiNews,Jakarta – Sebelumnya KPK telah menetapkan Dua Orang Tersangka pada 14 Maret 2019 silam yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau,bernama Adnan.


Selanjutnya I Ketut Suarbawa yang merupakan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga sebagai tersangka korupsi,terkait pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016.


Pada keterangan Relis Plt juru bicara KPK, Ali Fikri menerangkan pada media ini 15 Oktober Malam.
Guna perkembangan kasus Pembangunan Jambatan Waterfrot City Multy Years  lebih jelas,maka KPK Mendalami Kelima saksi dari Perusahaan PT Wijaya Karya,adapun nama nama sebagai berikut : 

1. BAYU CAHYA SAPUTRA (Kepala Seksi Proyek Kecil, Staf pada Quantity Surveyor PT. WIJAYA KARYA (Persero) Tbk, Departemen Sipil Umum 2, Divisi 4 area Pulau Jawa dan Bali, pada tahun 2015-2016 menjabat sebagai Kepala Seksi Teknik Komersial Tim Jembatan Waterfront City Bangkinang dari PT. WIJAYA KARYA (Persero) Tbk)2. BIMO LAKSONO (Karyawan PT Wijaya Karya)3. DIDIET HADIANTO (Project Manager PT Wijaya Karya Persero)4. FIRJAN TAUFA (Staff Marketing PT. Wijaya Karya Persero, Tbk)5. UCOK JIMMY (Pegawai PT. Wijaya Karya)
Para saksi saling di konfrontasi dan di dalami pengetahuannya mengenai dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada 2 Tersangka dan pihak-pihak lainnya dan juga terkait besaran jumlah biaya- biaya yg dikeluarkan oleh PT Wika utk proyek pembangunan jembatan Waterfront city Multiyears Contact TA 2015-2016.


Kronologi kasus ini Diduga bermula Pada pertengahan tahun 2013, diduga Adnan mengadakan pertemuan di Jakarta I Ketut Suarbawa dan beberapa pihak lainnya. Dalam pertemuan itu, Adnan memerintahkan memberikan informasi tentang desain jembatan dan “perkiraan insinyur” kepada I Ketut Suarbawa.


Adapun kedua tersangka yang telah disangkakan oleh KPK, melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ungkap nya.


Lalu pada 19 Agustus 2013, Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi. Lelang itu dimenangkan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kemudian pada Oktober 2013, menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan nilai Rp15.198.470.500,00 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.


Setelah kontrak tersebut, Adnan meminta pembuatan “estimasi insinyur” pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2014 kepada konsultan dan I Ketut Suarbawa meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan.


KPK memperkirakan kerja sama antara Adnan dan I Ketut Suarbawa penetapan perkiraan harga itu terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya untuk pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City pada tahun yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015, dan APBD Tahun 2016 pungkas Ali Fikri.

Sumber : (Relis KPK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita