by

Kisah Manusia Agung Nabi Besar MUHAMMAD

NarasNews, – Mereka kemudian menangis dan saling berangkulan antara kaum Aus dan kaum Khazraj, kemudian meninggalkan tempat bersama Rasulullah ﷺ dengan penuh ketaatan.

ALLAH SWT telah memadamkan dari mereka tipu daya musuh ALLAH SWT, Ibnu Qais.Itulah, apa yang dilakukan dan diupayakan oleh Yahudi untuk menimbulkan keresahan dan permusuhan di tengah2 kaum muslim, dan menghalangi jalan dakwah Islam.Dalam hal ini mereka memiliki berbagai program.

Mereka menebarkan berbagai isu, berIman pada pagi hari dan kufur di sore harinya, untuk menanamkan benih2 keraguan didalam hati kaum yang lemah.

Mereka mempersempit jalan2 kehidupan terhadap orang yang memiliki hubungan keuangan dengan mereka.

Apabila mereka mempunyai tanggungan hutang kepada orang mukmin dan tidak dapat melunasinya mereka mengatakan sesungguhnya hutangku kepadamu hanya kubayar ketika kamu masih berada diatas agama nenek moyangmu, apabila kamu telah keluar dari agama nenek moyangmu tidak akan kubayar lagi.

Mereka melakukan itu sebelum Perang Uhud sekalipun mereka terikat perjanjian dengan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah SAW dan para sahabat tetap bersabar atas hal itu semua, agar mereka mau sadar, disamping untuk mewujudkan keamanan didalam negeri.

Tetapi, mereka tidak melihat bahwa ALLAH SWT telah menolong orang2 yang berIman di medan Badar dan mereka telah memiliki kekuatan dan kewibawaan orang2 yang jauh maupun yang dekat.Maka mereka menyatakan kejahatan dan permusuhannya secara terang2an.

Orang Yahudi yang paling dengki dan paling jahat adalah saat Kaab bin Asyraf, sebagaimana halnya Bani Qainuqa merupakan kelompok yang paling jahat diantara ketiga kelompok Yahudi.Bani Qainuqa tinggal didalam Madinah.Profesi mereka adalah tukang sepuh dan pembuat bejana.

Dengan profesi tersebut setiap orang dari mereka memiliki alat2 perang.Jumlah prajurit mereka adalah 700 orang.

Mereka adalah Yahudi Madinah yang paling berani dan Yahudi pertama yang melanggar perjanjian.

Ketika ALLAH SWT memberikan kemenangan kepada kaum muslimin di Badar, ulah mereka semakin brutal.

Mereka membangkitkan keributan dengan mencela dan mengganggu setiap muslim yang mendatangi pasar mereka, sampai mereka berani mengganggu para wanita kaum muslimin.

Tatkala kejahatan mereka sudah memuncak, Rasulullah ﷺ mengumpulkan mereka, menasehati mereka, dan mengajak mereka kepada kebenaran.

Tetapi kejahatan dan kesombongan mereka semakin menjadi.Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dari jalur Ibnu Abbasرضي الله عنهberkata,“Setelah Rasulullah ﷺ berhasil menundukkan orang2 Quraisy dalam Perang Badar, Beliau SAW mengumpulkan orang2 Yahudi dipasar Bani Qainuqa dan berkata:“Wahai orang2 Yahudi, masuklah kedalam Islam sebelum kalian ditimpa oleh apa yang telah menimpa kaum Quraisy.

”Mereka mengatakan,“Hai Muhammad, Janganlah Engkau membanggakan kemenangan terhadap kaum Quraisy mereka itu tidak mengerti ilmu peperangan.

Seandainya kami yang Engkau hadapi dalam peperangan niscaya Engkau akan mengetahui siapa sebenarnya kami.

Kemudian ALLAH تَعَالَى menurunkan ayat:قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُKatakanlah kepada orang2 yang kafir:Kamu pasti akan dikalahkan (didunia ini) dan akan digiring kedalam neraka Jahannam.

Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.(Q.S.Ali‘Imran(3:12)قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِSesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada 2 golongan yang telah bertemu (bertempur).

Segolongan berperang dijalan ALLAH SWT dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang2 muslimin 2x jumlah mereka.ALLAH SWT menguatkan dengan bantuan-NYA siapa yang dikehendaki-NYA.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang2 yang mempunyai mata hati.

(Q.S.Ali‘Imran(3:13)Makna jawaban dari Bani Qainuqa itu merupakan pernyataan terbuka untuk berperang, tetapi Nabi ﷺ menahan amarahnya dan bersabar, demikian pula kaum muslimin.

Mereka menunggu sampai orang2 Yahudi berbuat kejahatan melampau batas.

Orang2 Yahudi dari Bani Bani Qainuqa bertambah berani.Tidak lama kemudian mereka berbuat kerusuhan di Madinah.

Mereka berusaha untuk membinasakan kaum Muslimin dan menutup celah2 kehidupan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam dari Abu Aun bahwasanya seorang wanita Arab datang kepasar Bani Qainuqa untuk menjual barang dagangannya.

Dia mendatangi tukang sepuh dan duduk disana.Tiba2 beberapa orang Yahudi menginginkan wanita itu untuk membuka penutup mukanya.

Tetapi wanita itu menolak.Tanpa diketahui oleh wanita itu secara diam2 tukang sepuh itu menyangkutkan ujung pakaian yang menutup seluruh tubuh wanita Arab itu pada bagian punggungnya.

Ketika wanita itu berdiri terbukalah aurat bagian belakangnya.

Orang2 Yahudi yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.Wanita itu kemudian berteriak meminta pertolongan.

Mendengar teriakan itu salah seorang dari kaum Muslimin menyerang tukang sepuh Yahudi itu dan membunuhnya.

Orang2 Yahudi yang berada ditempat itu kemudian mengeroyoknya dan membunuhnya.

Peristiwa itulah yang menyebabkan terjadinya peperangan antara kaum muslimin dan orang2 Yahudi dari Bani Qainuqa.

Melihat peristiwa biadab yang dilakukan oleh orang2 Yahudi dari Bani Qainuqa, Rasulullah Saw hilang kesabaran.

Beliau SAW menyerahkan urusan Madinah kepada Abu Lubabah bin Abdul Mundzir, menyerahkan bendera kaum muslimin kepada Hamzah bin Abdul Mutholib RA, dan bersama tentara ALLAJ SWT Beliau SAW berangkat menuju Bani Qainuqa.

Ketika Yahudi dari Bani Qainuqa melihatnya, mereka segera berlindung didalam benteng2 mereka.Kemudian kaum muslimin mengepung mereka dengan ketat yaitu pada hari Sabtu pertengahan bulan Syawal tahun kedua Hijrah.

Pengepungan itu berlangsung selama 15 hari sampai awal bulan Dzulqaidah.ALLAH SWT timpakan rasa takut kedalam hati mereka.

Akhirnya mereka menyerah dan bersedia menerima hukumannya yang akan diputuskan oleh Rasulullah ﷺ menyangkut budak, harta, istri, dan anak keturunan mereka.

Ketika itu Bangkitlah Abdullah bin Ubay bin Salul memainkan peran kemunafikannya.

Dia mendesak Rasulullah ﷺ agar memaafkan mereka, dengan mengatakan,”Wahai Muhammad perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik”.(Mereka adalah para sekutu kabilah Khazraj yang salah seorang pemimpinnya adalah Abdullah bin Ubay).

Permintaannya itu tidak ditanggapi oleh Rasulullah ﷺ.Abdullah bin Ubay mengulangi permintaannya tetapi Beliau SAW berpaling darinya, sambil memasukkan tangannya kedalam baju besinya lalu berkata kepadanya,”Tinggalkan Aku!”Beliau SAW marah dan wajahnya tampak berubah, lalu berkata lagi,”Celakalah kau, tinggalkan Aku!”Tetapi sang munafik tersebut tetap saja pada keinginannya dan berkata,”Tidak, demi Allah aku tidak akan meninggalkan Engkau sebelum Engkau memperlakukan para sahabatku itu dengan baik.

“”400 orang tanpa perisai dan 300 orang bersenjata lengkap yang telah membelaku terhadap semua musuh2ku itu, apakah Engkau habisi nyawanya dalam waktu sehari?Demi Allah aku betul2 menghawatirkan terjadinya bencana itu.

“Rasulullah ﷺ memperlakukan si munafik tersebut yang baru sebulan menampakkan keIslamannya dengan memberikan perhatian kepadanya.

Dia serahkan orang2 Yahudi itu kepadanya dengan syarat mereka harus keluar dari Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota Madinah.Mereka pun keluar menuju daerah disekitar Syam.

*#PerangSawiq*Ketika Shafwan bin Umayyah, orang2 Yahudi, dan orang2 munafik melakukan makar, Abu Sufyan berpikir untuk melakukan suatu tindakan yang kecil resikonya, tetapi jelas pengaruhnya.

Ia berupaya untuk segera melakukan tindakan untuk memelihara kedudukan kaumnya, dan menunjukkan kekuatan mereka.

Abu Sufyan bernazar tidak akan membasahi rambutnya dengan air karena junub sebelum menyerang Muhammad.Maka ia pun keluar membawa 200 tentara untuk memenuhi nadzarnya.

Mereka tiba disuatu terusan yang menghadap ke gunung Naib, dari Madinah sekitar 12mil.Tetapi ia tidak berani menyerang Madinah secara terang2an.

Ia melakukan suatu tindakan seperti tindakan pembajakan yaitu memasuki pinggiran Madinah secara sembunyi2 di tengah2 kegelapan malam.

Dia mendatangi Huyai bin Al-Khattab dan meminta dibukakan pintu, namun Huyai tak mau dan merasa ketakutan.Kemudian ia mendatangi Salam bin Musykam, pemimpin Bani Nadlir pada saat itu.Setelah meminta izin ke Salam bin Musykam, Ia pun diberi izin, diberi minum khamer dan memperoleh informasi tentang keadaan kaum muslimin pada saat ini darinya.

Kemudian pada malam itu juga Abu Sufyan keluar dan menemui para sahabatnya, lalu mengutus 1 pasukan dari mereka dan menyerang suatu tempat dipinggiran kota Madinah yang bernama Aridl.

Mereka menebang dan membakar beberapa pohon kurma dan disana mereka membunuh seorang lelaki Anshor dan sekutunya yang sedang berada dikebun mereka.Setelah itu mereka melarikan diri ke Mekkah.Peristiwa tersebut sampailah ke telinga Rasulullah ﷺ.

Lalu Beliau SAW segera mengejar Abu Sufyan dan kawan2nya.Akan tetapi, mereka segera melarikan diri dengan sangat cepat, mereka melemparkan bekal makanan mereka yang berupa tepung (sawiq) dalam jumlah yang banyak untuk memperingan beban dan agar dapat lari lebih cepat lagi.

Rasulullah ﷺ 9pun sampai di Qarqaratul Kadar, kemudian kembali pulang, dan kaum muslimin membawa tepung (sawiq) yang dilemparkan oleh orang2 kafir itu.

Sehingga peristiwa ini dinamakan dengan perang sawiq.Peristiwa ini terjadi pada bulan Dzulqaidah tahun kedua Hijriyah 2 bulan setelah peristiwa Badar.

Dalam perang ini Rasulullah SAW menyerahkan urusan Madinah kepada Abu Lubabah bin Abdul Mundzir.*#PerangDziAmar*Peperangan ini merupakan operasi militer terbesar yang dipimpin Rasulullah ﷺ, sebelum Perang Badar.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram tahun ketiga Hijriah.Faktor penyebabnya adalah intelijen Madinah menyampaikan berita kepada Rasulullah ﷺ, bahwa ada sekelompok besar dari bani Tsa’labah dan Maharib berkumpul untuk melancarkan serangan dipinggiran Madinah.

Maka Rasulullah ﷺ mendorong kaum muslimin untuk keluar berperang,Kemudian keluarlah Beliau SAW membawa 450 tentara yang berkendaraan maupun yang berjalan kaki.

Beliau SAW menyerahkan urusan Madinah kepada Utsman bin Affan RA.Di tengah2 perjalanan, mereka menangkap seseorang dari Bani Tsa’labah bernama Jabbar.

Ia pun dibawa kepada Rasulullah ﷺ.Lalu Beliau SAW menyerukan Islam kepadanya, dan ia pun masuk Islam.

Kemudian dibolehkan bergabung bersama Bilal RA dan menjadi penunjuk jalan pasukan kaum muslimin menuju daerah musuh.Musuh bercerai-berai di puncak2 gunung, ketika mendengar kedatangan pasukan kaum Muslimin.

Nabi ﷺ bersama pasukannya sampai ditempat berkumpulnya mereka, yaitu di Dzi Amar.

Disana Beliau SAW tinggal selama sebulan penuh, Bulan Safar tahun ketiga Hijriah, untuk menunjukkan kekuatan kaum muslimin kepada orang2 Arab Badui dan agar mereka merasa takut.Setelah itu Beliau SAW kembali ke Madinah.

*#KaabBinAlAsyraf*Ka’ab bin Al Asyraf adalah seorang Yahudi yang paling keras memusuhi Islam dan kaum muslimin,Paling keras gangguannya kepada Rasulullah ﷺ dan menyerukan untuk memeranginya.

Ka’ab bin Al Asyraf berasal dari kabilah Thai’ dari bani Nabhan dan ibunya dari bani Nadhir.

Ia adalah seorang yang kaya raya, dikalangan orang2, terkenal dengan ketampanannya dan juga seorang penyair.

Bentengnya terletak disebelah tenggara Madinah dibelakang perkampungan Bani Nadhir.

Ketika pertama kali mendengar berita tentang kemenangan kaum muslimin dan terbunuhnya para pemimpin Quraisy di Badar ia berkata,”Apakah berita ini benar?Mereka itu adalah para pemimpin orang2 Arab dan raja manusia.

Demi Allah, seandainya Muhammad dan para sahabatnya berhasil menundukkan mereka, perut bumi ini sungguh lebih baik daripada punggungnya.

“Tatkala kebenaran berita tersebut sudah dapat dipastikan, musuh ALLAH SWT tersebut tergerak untuk mencaci Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin,Memuji musuh2 kaum Muslimin, dan membangkitkan mereka untuk memusuhi kaum Muslimin.

Ia tidak puas dengan sekedar berbuat seperti itu, sehingga ia pun mendatangi orang2 Quraisy dan singgah ditempat Al Muthalib Bin Abi Wada’ah ah Sahmi.

Disana ia mengalunkan syair2 ratapan para korban Badar dari kaum musyrikin yang dimasukkan kedalam sebuah sumur badar.

Dengan demikian ia dapat membangkitkan kemarahan anak cucu mereka dengan kedengkian mereka terhadap Nabi ﷺ, serta mengajak mereka untuk memeranginya.

Ketika berada di Makkah, Ka’ab ditanya oleh Abu Sufyan dan kaum musyrikin,”Mana yang lebih engkau sukai, agama kami atau agama Muhammad dan para sahabatnya?Dan manakah yang benar jalan kami ataukah Muhammad dan para sahabatnya?Ka’ab menjawab,”Kalianlah yang lebih benar jalannya dan lebih baik.

Kemudian turunlah firman ALLAH ta’ala:أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًاApakah kamu tidak memperhatikan orang2 yang diberi bagian dari Al kitab?Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang2 Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang2 yang berIman.

(Q.S.An-Nisa'(4:51)Kemudian Ka’ab kembali ke Madinah dalam keadaan demikian.Didalam syair2nya mulai berani merayu-rayu istri2 para sahabat dan menyakiti para sahabat dengan kelancangan lidahnya yang keras.

*#PerangDziAmar*Peperangan ini merupakan operasi militer terbesar yang dipimpin Rasulullah ﷺ, sebelum Perang Badar.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram tahun ketiga Hijriah.Faktor penyebabnya adalah intelijen Madinah menyampaikan berita kepada Rasulullah ﷺ, bahwa ada sekelompok besar dari bani Tsa’labah dan Maharib berkumpul untuk melancarkan serangan dipinggiran Madinah.

Maka Rasulullah ﷺ mendorong kaum muslimin untuk keluar berperang,kemudian keluarlah Beliau SAW membawa 450 tentara yang berkendaraan maupun yang berjalan kaki.

Beliau SAW menyerahkan urusan Madinah kepada Utsman bin Affan RA.Di tengah2 perjalanan, mereka menangkap seseorang dari Bani Tsa’labah bernama Jabbar.Ia pun dibawa kepada Rasulullah ﷺ.

Lalu Beliau SAW menyerukan Islam kepadanya, dan ia pun masuk Islam.Kemudian dibolehkan bergabung bersama Bilal RA dan menjadi penunjuk jalan pasukan kaum muslimin menuju daerah musuh.

Musuh bercerai-berai di puncak2 gunung, ketika mendengar kedatangan pasukan kaum Muslimin.Nabi ﷺ bersama pasukannya sampai ditempat berkumpulnya mereka, yaitu di Dzi Amar.

Disana Beliau SAW tinggal selama sebulan penuh, bulan Safar tahun ketiga Hijriah, untuk menunjukkan kekuatan kaum muslimin kepada orang2 Arab Badui dan agar mereka merasa takut.

Setelah itu Beliau SAW kembali ke Madinah.*#EkspedisiZaidIbnulHarits*Ekspedisi ini merupakan operasi militer yang terakhir dan paling berhasil yang dilakukan oleh kaum muslimin sebelum Perang Uhud.Peristiwa ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir Tahun ketiga Hijrah.

Urutan peristiwa tersebut adalah kaum Quraisy selalu dirundung kesedihan setelah terjadinya peristiwa Badar.

Ketika tiba musim panas dan musim dagang Islam telah dekat, mereka dirundung kesedihan yang lain yakni perniagaannya merasa terancam.

Safwan Bin Umayyah berkata kepada orang2 Quraisy,”Muhammad dan para sahabatnya telah merintangi perniagaan kita.

Kita tidak tahu apa yang harus kita perbuat terhadap mereka, karena mereka tidak membiarkan daerah pantai.Penduduk daerah pantai berdamai dengan mereka, dan sebagian besar dari mereka telah memeluk Islam.

Kita tidak tahu cara menanggulangi, apa yang dapat ditempuh kalau kita tetap tinggal dirumah.Modal kita akan habis dimakan, sementara penghidupan kita di Mekkah tergantung pada perniagaan kita ke Syam dimusim panas dan ke Habasyah dimusim dingin.

“Terjadilah dialog sekitar topik tersebut.Al Aswad bin Abdul Muthalib berkata kepada Sofwan,”Tinggalkan jalan lewat daerah pantai, dan ambillah jalan lewat Irak.”Jalan lewat Irak merupakan jalan yang panjang melewati Najad sampai ke Syam, dan melewati sebelah timur Madinah.

Orang2 Quraisy sangat tidak mengetahui jalur tersebut, maka Al Aswad bin Abdul-Muththalib menyarankan agar menjadikan Farat bin Hayyan dan Bani Bakar bin Wa’il sebagai pemandunya, dan dia sendiri adalah pemimpin dalam perjalanan tersebut.

Berangkatlah kafilah Quraisy dipimpin oleh Safwan bin Umayyah lewat jalan baru.Namun berita tentang keberangkatan kafilah ini telah sampai ke Madinah.Sebab Khalid bin an-Nu’man telah masuk Islam.Dia bertemu dengan Nu’aim Bin Masud Al Asyja’i (ketika itu belum memeluk Islam) disebuah tempat minum khamr (ketika itu khamr belum diharamkan)Dalam kesempatan tersebut Shalith bin Nu’man mendengar informasi dari Nu’aim bin Mas’ tentang perjalanan kafilah Quraisy.

Maka Salith bin Numan segera menghadap Nabi ﷺ menyampaikan informasi yang didengarnya.Rasulullah ﷺ segera menyiapkan pasukan yang terdiri atas 100 personil lengkap dengan kendaraannya dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah al Kilabi.

Zaid pun segera berangkat, dan didaerah Najad yakni di Qordah, Zaid berhasil menyergap kafilah yang sedang lengah.Zaid berhasil menguasai mereka, sedangkan Shafwan dan para pengawalnya melarikan diri tanpa perlawanan.Kaum muslimin menawan pemandu kafilah, yaitu Farrat bin Hayyan.

Dikatakan pula bahwa kaum muslimin juga menangkap 2 orang yang lain.Mereka mengangkut bahan ghanimah besar berupa perak dan barang2 berharga lainnya, yang diangkut oleh kafilah semua.

Rasulullah ﷺ membagi-bagikan barang2 ghanimah tersebut kepada para personil ekspedisi itu, setelah Beliau SAW ambil seperlimanya, Farrat bin Hayyan akhirnya masuk Islam dihadapan Rasulullah ﷺ.Peristiwa itu merupakan tragedi dan bencana besar bagi orang2 Quraisy, sehingga mereka semakin resah dan bertambah sedih.

Dihadapan mereka tidak ada jalan kecuali 2 pilihan:~Menghentikan kesombongan dan mengambil langkah perdamaian dengan kaum muslimin.~Menempuh langkah peperangan untuk mengembalikan kewibawaan mereka dan melumpuhkan kekuatan kaum muslimin.

Namun mereka memilih langkah yang kedua sehingga tekat mereka semakin kuat untuk melakukan tindakan pembalasan.

Mereka giat mengadakan persiapan guna menghadapi kaum muslimin dengan kekuatan maksimal, semua itu, merupakan penyebab terjadinya Perang Uhud.(Net)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita