by

Kisah Sahabat Nabi

-Serambi-213 views

NarasiNews, Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah  kering sepanjang tahun. Sumur itu di kenal dengan nama : “Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena di miliki seorang Yahudi bernama Ruma”.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini, Rosululloh Saw berkata : “Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga”.

Seorang Sahabat Nabi yang bernama Utsman bin Affan mendekati sang Yahudi, Utsman menawarkan untuk membeli sumurnya, tentu saja Ruma sang Yahudi menolak, Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Utsman bukan hanya pembisnis sukses yang kaya raya, bahkan ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma : “Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”.

Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Utsman bin Affan. Apa yang terjadi setelahnya, membuat sang Yahudi merasa heran.

Ternyata Utsman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Utsman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.

Tentu saja Utsman tidak harus membayar lagi seharga yang telah di sepakati sebelumnya. Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut di kenal dengan nama : “Sumur Utsman”, atau “The Well of Utsman.” Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang di beri air dari sumur Utsman. Kebun kurma tersebut di kelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya di eksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya di berikan untuk yatim piatu dan pendidikan.

Sebagian di kembangkan menjadi hotel dan proyek-proyek lainnya, sebagian lagi di masukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Utsman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan pernah menang. Kenapa ?… Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Utsman Bin Affan adalah jauh ke depan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama : “Shodaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan”, Sebuah shodaqoh yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.

Rosululloh Saw bersabda : “Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala”. (HR. Al-Bukhari)

 (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita