by

Komisaris,Bersama Direktur PT ANN Diproses KPK

-Berita-190 views

NarasiNews,Jakarta. – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 2 saksi untuk kasus korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan pemeriksaan dilakukan Hari ini (16/12) untuk tersangka M.Nasir Tindak Pidana Korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau TA 2013 s/d TA 2015,di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan”Ada pun Kedua saksi diperiksa yakni

1. HANDOKO SETIONO selaku Komisaris PT. Arta Niaga NusantaraI (PT. ANN)

2. MELIA BOENTARAN juga sebagai Direktur PT Arta Niaga Nusantara,(PIT ANN)”Ungkap Ali Melalui Jaringan Watshaap nya.

Lembaga Anti Rasuah ini juga telah menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono dan Melia Boentaran.

Alii Fikri memaparkan sebelumnya juga KPK menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis pada 16 Mei 2019.

KPK juga telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar jelas Ali Fikri.

Ali Fikri menambah kan bahwa dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis,dalam kedua perkara tersebut, KPK juga telah menetapkan dua orang tersangka.

Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp 105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp 60,5 miliar.Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.Tersangka Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.(Relis KPK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita