by

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Lilik Sugijono Terkait Jembatan Waterfront City

-Politik-313 views

NarasiNews, Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (29/5) periksa Lilik Sugijono ( Karyawan Swasta ) dalam penyidikan kasus korupsi TPK pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multiyears pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Kampar TA 2015-2016.

Saat di Konfirmasi oleh media ini Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui Pesan What’sApp nya menyampaikan “Hari ini, Jumat, 29 Mei 2020, hadir saksi Lilik Sugijono Karyawan Swasta memberikan keterangan terkait kasus dugaan TPK Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multiyears,” kata Jubir KPK Ali Fikri, Jumat.

Penyidik mendalami keterangan terkait dengan penyusunan Estimate Engineering (EE) proyek jembatan Kampar dan komunikasi atau pertemuan dengan calon pelaksana pekerjaan sebelum lelang.saat pertemuan dengan calon pelaksana pekerjaan sebelum lelang,Sebelumnya dikabarkan KPK sudah memeriksa Dua saksi untuk tersangka Adnan (AN) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan “Waterfront City” Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar.

Atas pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multiyears pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Kampar TA 2015-2016,terdapat kerugian keuangan negara ungkap Ali Fikri.

Sebelumnya Dua tersangka yaitu AN dan IKS telah disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Untuk diketahui, korupsi ini bermula ketika Pemkab Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis, di antaranya adalah Pembangunan Jembatan Water Front City Bangkinang.

Kemudian, pada pertengahan 2013, diduga Adnan mengadakan pertemuan di Jakarta dengan Ketut dan beberapa pihak lainnya. Saat itu, Adnan memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan Engineer’s Estimate ( EE ) kepada Ketut.

Selanjutnya, pada 19 Agustus 2013, Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang Pembangunan Jembatan Water Front City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan pondasi. Lelang ini dimenangkan oIeh PT Wijaya Karya.

Dua bulan setelahnya, pada Oktober 2013, ditandatangani Kontrak Pembangunan Jembatan Water Front City dengan total nilai anggaran mencapai Rp15.198.470.500 dengan ruang lingkup pekerjaan pondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

Sejak kontrak pertama itu, setiap tahun nilai kontrak proyek tersebut terus mengalami kenaikan nilai hingga pada tahun 2016 sehingga total nilainya mencapai Rp.117,68 Milyar. KPK menyebutkan, kerugian ditaksir mencapai Rp39,2 Milyar. AN menerima uang sekitar Rp.1 Milyar dari pihak rekanan.

Red

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita