by

Korupsi Proyek Jembatan Waterfront City,KPK kembali Periksa 2 Saksi

-Berita-39 views

NarasiNews.Jakarta. – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) Periksa 2 Saksi kasus Korupsi Proyek Jembatan Waterfront City pertama AHMAD FIKRI, S.Ag Swasta Mantan Ketua DPRD Kampar dan Satunya lagi SYARKANI ARIEF PNS / Kabid Perencanaan Dinas Bina Marga dan Pengairan.


Menurut Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam Keterangan Rilis nya menyampaikan kepada media ini Kamis (4 Nov) bahwa keduanya akan dimintai keterangan sebagai saksi dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Waterfront City di Bangkinang, Kabupaten Kampar.


Ali Fikri menjelaskan Kedua saksi tersebut untuk tersangka AN (Adnan),pemeriksaan dilakukan di Ditreskrimsus Polda Riau di Jl. Jenderal Sudirman No.235, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau.


Pengungkapan korupsi ini berawal dari laporan masyarakat. Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, akhirnya KPK menetapkan Adnan dan Ketut sebagai tersangka pada 14 Maret 2019 lalu.


Proyek pembangunan Jembatan Waterfront City dikerjakan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar dengan anggaran Rp117,68 miliar.

Saat itu, kepala dinas dijabat Indra Pomi Nasution.dalam perkara ini, penyidik KPK sudah memeriksa banyak saksi, di antaranya mantan Bupati Kampar Jefry Noer. Jefry juga dimintai keterangan sebagai pihak swasta, di Pasar Syariah Ulul Albab.


Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) sekaligus Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I Ketut Suarbawa sebagai tersangka.

Adnan dan Suarbawa diduga kongkalikong dalam proyek hingga menimbulkan kerugian negara Rp39,2 miliar,kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.( Relis KPK )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita