by

KPK Kembali Periksa 3 Orang Saksi Dugaan Korupsi Proyek Multi Year 2015-2016

-Berita-44 views

NarasiNews,Pekanbaru. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa (Tiga) 3 orang saksi terkait dugaan kasus TPK (Tindak Pidana Korupsi) Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016 Terus bergulir.

Menurut keterangan Pelaksana Tugas KPK Bindang Penidakan Ali Fikri kepada media menyampaikan melalui via whatsapp nya Bahwa diduga juga terjadi kolusi dan pengaturan tender yang melanggar hukum oleh para tersangka.

Sementara pemeriksaan dilakukan Bertempat di Kepolisian Daerah Provinsi Riau, Jl. Jend. Sudirman No.235, Pekan Baru, Riau, adapun nama nama Saksi Saksi,sebagai berikut :

1. JEFRY NOER (Swasta /Bupati Kab. Kampar periode tahun 2011 s.d. 2016) didalami pengetahuannya terkait adanya pengembalian sejumlah uang oleh yang bersangkutan yang diduga berasal dari proyek pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016.

2. INDRA POMI NASUTION (Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan tahun 2015 s.d. 2016) didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya permintaan khusus oleh Jefry Noer untuk memenangkan PT WIKA.

3. AHMAD FIKRI, S.Ag (Swasta/ Mantan Ketua DPRD Kab. Kampar 2014) kepada yang bersangkutan dilakukan penyitaan sejumlah uang yang telah dilakukan penyetoran ke rekening penampungan KPK.

Ali Fikri memaparkan kepada media Terkait ketiganya dikabarkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar terhadap tersangka Adnan dan I Ketut Suarbawa selaku Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya sekaligus Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya.

Diduga, dalam proyek ini telah terjadi kerugian negara setidak-tidaknya sekitar Rp50 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total nilai kontrak Rp117.68 miliar.

perbuatan mereka, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pungkas Ali Fikri.

Sumber : Relis KPK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita