by

KPK Menambah 2 Tahanan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Proyek Multi Years Di Bengkalis

-Berita-45 views

NarasiNews,Jakarta. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menambah dua orang tahanan tersangka baru terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek multi years peningkatan Jalan Lingkar Batu, Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis pada tahun anggaran 2013-2015.

Menurut keterangan PLT Juru Bicara KPK Ali Fikri Kepada Redaksi Menjelaskan,Hari ini kami akan menyampaikan Informasi terkai dengan penahanan Tersangka HS(Handoko Setiono, tidak dibacakan) Komisaris dan M B (Melia Boentaran, tidakdibacakan) Direktur PT ANN (ARTA NIAGA NUSANTARA) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Multi Years Penin gkatan Jalan Lingkar Bukit Batu –Siak Kecil, Bengkalis T.A. 2013 s.d. 2015.

Ali Fikri menambah kan bahwa Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan pada para Tersangka masing-masing selama 20 hari terhitung terhitung sejak 5 Februari 2021 sampai dengan 24 Februari 2021

Sementara HS (Handoko Setiono) ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Melia Boentaran ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Gedung Merah Putih.

Sebagai upaya untuk tetap mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK,maka para Tersangka akan terlebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1.KPK menetapkan HS dan MB sebagai Tersangka dan

diumumkan pada bulan Januari 2020 dengan dugaan para tersangka telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapa t merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan dan pelaks aksanaan pekerjaan Proyek Multi Years Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil, Bengkalis T.A. 2013 s.d.2015.

Ali Fikri menambah kan Dalam perkara ini, KPK sebelumnya juga telah men etapkan Tersangka MN (M Nasir)PPK dalam proyek peningkatan jalan lingkar Bukit Batu – Siak Kecil dan telah di putus bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung.

Dalam proses Penyidikan, KPK telah memeriksa 116 orang saksi diantaranya pejabat terkait penganggaran, pejabat terkait pengadaan, pejabat lelang proyek, pejabat terkait pelaksanaan proyek, pihak swasta yang terdiri dari supplier maupun subkontraktor yang terlibat dalam pelaksanaan proyek pengadaan ini

Ali Fikri Menegaskan bahwa atas perbuatannya kedua tersangka tersebut disan gkakan melanggar Pasal 2 ayat (1)atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang�Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang�Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan TindakPidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Ali Fikri memaparkan Konstruksi perkara, diduga telah terjadi Dalam pengadaan proyek ini, HS diduga berperan aktif selama proses lelang untuk memenangkan PT ANN (Arta Niaga Nusantara), padahal sejak awal lelang di buka PT ANN telah di nyatakan gugur ditahap prakualifikasi.

Namun dengan dilakukannya rekayasa bersama dengan beberapa pihak di Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis berbagai dokumen lelang fiktif sehingga PT ANN diny atakan sebagai pemenangtender pekerjaan.

MB juga diduga aktif melakukan berbagai pertemua n dan memberikan sejumlah uang kepada beberapa pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, agar bisa dimenangkan dalam proyek ini;Dalam proyek ini pun diduga ditemukan berbagai manipulasi data proyek dan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spes ifikasi yang di tentukan.

Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara sekitar sejumlah Rp 156 Miliar dari total nilai kontrak Rp 265 Miliar pungkas Ali Fikri.Sumber : Relis KPK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita