by

Marjoko Santoso Kembali lagi bersama 8 orang saksi lain nya Diperiksa KPK

-Berita-32 views

NarasiNews,Riau. – Kasus suap Dana Alokasi Khusus Kota Dumai Dalam APBNP Tahun 2017 dan APBN 2018,terus bergulir Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi Kembali Periksa 8 Orang Saksi.


Sebelumnya diketahui Zulkifli memberikan fee 2% untuk Yaya Purnomo selaku Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, agar mau bantu urus DAK Dumai.


Dan APBN-P 2017, Kota Dumai dapat tambahan duit Rp22,3 miliar sebagai penyelesaian DAK Fisik 2016 yang dianggarkan untuk pendidikan dan infrastruktur jalan.

Lalu, Pemkot Dumai mengajukan usulan DAK untuk tahun anggaran 2018 kepada Kemenkeu.Selanjutnya, Zulkifli bertemu Yaya membahas pengajuan DAK itu.

Yaya menyanggupi mengurus DAK Kota Dumai tahun anggaran 2018, yaitu pembangunan RSUD dengan alokasi Rp20 miliar dan pembangunan jalan Rp19 miliar.


Demi memenuhi fee permintaan Yaya Purnomo, Zulkifli diduga memerintahkan untuk mengumpulkan uang dari pihak swasta yang menjadi rekanan proyek di Pemkot Dumai.

Penyerahan uang setara Rp550 juta untuk Yaya dilakukan pada bulan November 2017 dan Januari 2018.


 Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, secara tertulis,(23/02),Pada media ini  Ali Fikri menyampaikan Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi ZAS , Tindak Pidana Korupsi suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus Kota Dumai Dalam APBNP Tahun 2017 dan APBN 2018,pemeriksaan dilakukan di Kantor Polda Riau, Jl. Patimura No. 13 Pekanbaru Disampaikan Ali Fikri, para saksi yang dipanggil dan diperiksa hari ini diantaranya
1. MARJOKO SANTOSO Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Dumai

2. SAID EFFENDI, S.E. Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai 2017 – Sekarang Pemerintah Kota Dumai

3. SYAARI Pensiunan PNS

4. ALI IBNU AMAR PNS Kota Dumai

5. ELI YATI WIRASWASTA

6. BUSARI MUSLIM wiraswasta

7. MIMI GUSNETI Mengurus Rumah Tangga

8. HALIMATUSHAKDIAH pns

9. LILI SAFITRI PNS.
Juru Bicara KPK Ali Fikri memaparkan bahwa Zulkifli diduga memberi uang sebesar Rp550 juta kepada bekas Kepala Seksi Pengembangan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo. 


disinyalir untuk memuluskan proses pengurusan anggaran DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kota Dumai.


Dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi,Zulkifli diterka menerima uang Rp50 juta dan sejumlah fasilitas kamar hotel di Jakarta. 


Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari kerja jelas Juru bicara KPK .


Atas penerimaan gratifikasi, Zulkifli disangkakan melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Untuk perkara suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ungkap Ali Fikri.(Relis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita