by

Memperingati Maulidur Rassul,Ulama Riau H.Mawardi M.Saleh LC MA Hadir ke Mesjid Nurul Yakin Dumai.

NarasiNews.Dumai – Ulama Riau  H. Mawardi M.Saleh LC MA hadir ke Kota Dumai untuk mengisi tausiyah Masjid Nurul Yakin di jalan Paus Dock Yard dalam rangka Maulidur Rassul ada pun acara tausiyah  di mulai usia sholat Maghrib hingga di lanjutkan ke sholat isya usai sholat isya acara Maulidur Rassul di sambung pada sisi tanya jawab tentang hukum fikih .


Dalam kesempatan itu tampak hadir  Salah satu Calon Walikota Dumai H.Paisal  bersama masyarakat yang antusias Ingin mendengarkan lansung Ceramah dari Ulama Riau ini Ustadz H.Mawardi Saleh LC MA,namun kehadiran Calon Walikota tidak begitu lama usai sholat isya H.Paisal pun langsung keluar dari mesjid mengikuti jadwal kampanye nya.


Sebelumnya Ulama Riau ini Ustadz H.Mawardi Saleh LC MA mengisahkan tentang Ketika Rasulullah Diangkat Menjadi Utusan ALLAH SWT 
Makhluk yang datang itu adalah Malaikat Jibril.Ia datang membangunkan Muhammad SAW yang sedang tidur karena kelelahan.Jibril berkata kepada Muhammad SAW, “Iqra (Bacalah)!”
Dengan hati yang masih rasa terkejut, Muhammad SAW menjawab, “Apa yang harus saya baca.”


Kemudian Malaikat Jibril mendekap sehingga Muhammad SAW merasa lemas.Jibril melepaskan dekapannya, lalu berkata lagi, IQRA “Bacalah!”
Kejadian itu berulang sampai 3x.Kemudian, setelah Muhammad SAW berkata, “Apa yang harus Aku baca?”
Barulah Jibril  membacakan Surat Al ‘Alaq ayat pertama hingga ayat kelima:اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.Surah Al-‘Alaq (96:1)خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Surah Al-‘Alaq (96:2)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُBacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Surah Al-‘Alaq (96:3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِYang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Surah Al-‘Alaq (96:4)عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْDia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.Surah Al-‘Alaq (96:5)
Setelah mengucapkan ayat2 itu, Malaikat Jibril pun pergi meninggalkan Muhammad SAW yang hatinya terhujam oleh firman ALLAH SWT tadi.


Muhammad SAW mendadak tersentak sadar.Beliau SAW terbangun dari ketakutan sambil bertanya-tanya dalam hati, “Siapa gerangan yang kulihat tadi?Apakah aku telah diganggu jin?”
Beliau SAW menoleh ke kiri dan ke kanan, tetapi tidak ada siapa pun. Muhammad SAW diam sebentar dengan tubuh gemetar.Beliau SAW lalu lari keluar gua, menyusuri celah2 gunung sambil mengulang pertanyaan dalam hati, “Siapa gerangan yang menyuruhku membaca tadi?”
Mendadak, Muhammad SAW mendengar namanya dipanggil.Panggilan tersebut terasa dahsyat sekali.

Beliau SAW memandang ke cakrawala dan melihat malaikat dalam bentuk manusia.Muhammad SAW tertegun ketakutan dan terpaku ditempatnya.Ia memalingkan wajah, tetapi diseluruh cakrawala, kemanapun Beliau SAW memandang rupa malaikat yang indah itu tidak juga berlalu.
*#KetulusanKhadijahRA*Dirumah, Khadijah RA tiba2 merasa khawatir dengan nasib Suaminya SAW.Beliau RA mengutus  orang untuk mencari Suaminya itu, tetapi tidak berhasil menemukannya.


Sementara itu, setelah rupa malaikat menghilang, Muhammad SAW berjalan pulang dengan hati yang sudah dipenuhi wahyu ALLAH SWT.Dengan jantung yang terus berdenyut keras dan hati berdebar ketakutan, Beliau SAW pulang kerumah.
“Selimuti Aku,” Pinta Muhammad SAW kepada Khadijah RA.


Khadijah RA segera menyelimuti Suaminya yang menggigil kedinginan seperti terkena demam.Setelah rasa takutnya mereda, Beliau SAW memandang Khadijah RA dengan tatapan mata meminta kekuatan dan perlindungan.
“Khadijah, kenapa Aku?”Kata Muhammad SAW.


Kemudian, Muhammad SAW menceritakan semua yang telah terjadi.Beliau SAW juga berkata bahwa ia takut semua itu bukan datang dari ALLAH SWT, melainkan gangguan jin.


“Wahai putra pamanku,”Jawab Khadijah RA  penuh sayang, “bergembiralah dan tabahkan hatimu.Demi DIA (ALLAH) yang memegang hidup Khadijah, aku berharap kiranya Engkau akan menjadi nabi atas umat ini.Sama sekali ALLAH takkan mencemoohkanmu sebab Engkaulah yang mempererat tali kekeluargaan dan jujur dalam berkata-kata.Engkau selalu mau memikul beban orang lain dan menghormati tamu serta menolong mereka yang dalam kesulitan atas jalan yang benar.”
Kata2 Khadijah RA itu menuangkan rasa damai dan tenteram kedalam hati Suaminya yang sedang gelisah.Khadijah RA benar2 yakin bahwa sSuaminya itu bukan diganggu jin.Beliau RA malah memandang Suaminya itu dengan penuh rasa hormat.


Muhammad SAW pun segera tenang kembali.Beliau SAW memandang Khadijah RA dengan penuh kasih dan rasa terimakasih.


Tiba2, sekujur tubuhnya terasa amat letih dan Beliau SAW pun tertidur lelap.
Sejak saat itu, berakhirlah kehidupan tentang seorang Muhammad SAW.Mulai saat itu, kehidupan penuh perjuangan keras dan pahit akan dilaluinya sebagai seorang Rasulullah, utusan ALLAH SWT.
*#KabardariWaraqahbinNaufal*Khadijah RA menatap Suaminya yang tertidur pulas itu.

Dilihatnya kembali suaminya yang tertidur dengan nyenyak dan tenang sekali.Khadijah RA membayangkan apa yang baru saja dituturkan Suaminya.Firman ALLAH dan Malaikat yang indah.Luar biasa!
“Semoga Kekasihku ini memang akan menjadi seorang nabi untuk menuntun umat ini keluar dari kegelapan,” demikian pikir Khadijah RA.


Saat berpikir demikian, senyumnya mengembang.Namun, senyum itu segera menghilang, berganti rasa takut memenuhi hati tatkala dibayangkan nasib yang bakal menimpa Suaminya itu apabila orang2 ramai menentangnya.


Demikianlah, pikiran bahagia dan sedih terus berganti-ganti dalam benak Khadijah RA.Akhirnya, beliau RA memutuskan untuk menceritakan hal ini kepada seseorang bijak yang dipercayanya.


Khadijah RA pun pergi menemui pamannya, Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang jujur, dan menceritakan semua yang didengarnya dari Muhammad SAW.


Waraqah bertafakur sejenak, lalu berkata, “Mahasuci IA, Mahasuci.Demi DIA (ALLAH) yang memegang hidup Waraqah.Khadijah RA, percayalah, suamimu telah menerima ‘namus besar’1) seperti yang pernah diterima Musa.Sungguh, Dia adalah nabi umat ini.Katakan kepadanya supaya tetap tabah.”


Khadijah RA pulang.Dilihatnya Suaminya masih tertidur.Dipandanginya Suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas.Tiba2, tubuh Suaminya menggigil, napasnya terlihat sesak dengan keringat memenuhi wajah.______*#1NamusBesar*Namus besar yang dimaksud Waraqah bin Naufal berasal dari bahasa Yunani, noms, artinya kitab undang2 atau kitab suci yang diwahyukan.Namus bukan istilah dalam Al Qur’an.


*#OrangyangBerselimut*Muhammad SAW yang kini telah menjadi Rasulullah terbangun karena mendengar Malaikat Jibril membawakan wahyu kepadanya,يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُHai orang yang berkemul (berselimut).(QS:Al-Muddassir 74:1)قُمْ فَأَنْذِرْbangunlah, lalu berilah peringatan!(QS:Al-Muddassir 74:2)وَرَبَّكَ فَكَبِّرْdan Tuhanmu agungkanlah!(QS:Al-Muddassir 74:3)وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْdan pakaianmu bersihkanlah,(QS:Al-Muddassir 74:4)وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْdan perbuatan dosa tinggalkanlah,(QS:Al-Muddassir 74:5)وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُdan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.(QS:Al-Muddassir 74:6)وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْdan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.(QS:Al-Muddassir 74:7)
Khadijah RA memandang Rasulullah SAW dengan kasih yang bertambah besar.Beliau RA perlahan mendekati Suaminya.Khadijah RA dengan lembut memintanya agar kembali tidur.


“Waktu tidur dan istirahat sudah tidak ada lagi, Khadijah RA,” demikian jawab Rasulullah SAW.
“Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadah hanya kepada ALLAH SWT.Namun, siapa yang akan kuajak?Siapa pula yang akan mendengarkan?”
Khadijah RA cepat cepat menentramkan hati Suaminya.

Diceritakannya apa yang tadi dikatakan Waraqah.Dengan penuh semangat, Khadijah RA menyatakan diri sebagai orang yang mengimani Muhammad SAW.
Dengan demikian, tercatat dalam sejarah bahwa orang pertama yang memeluk Islam adalah Khadijah RA.
Untuk lebih menentramkan Rasulullah SAW, Khadijah RA meminta Suaminya memberitahu dirinya apabila malaikat datang.


Kemudian Jibril memang datang, namun hanya Rasulullah SAW yang dapat melihatnya.Khadijah RA mendudukkan Rasulullah SAW dipangkuan sebelah kiri, lalu kepangkuan sebelah kanan.Malaikat Jibril masih terlihat oleh Rasulullah SAW.Namun, ketika Khadijah RA melepas penutup wajahnya, Rasulullah RA melihat Sang Malaikat menghilang.


Dari kejadian itu, Khadijah RA merasa yakin bahwa yang datang itu benar2 malaikat, bukan jin.


*#BertemuWaraqah*Tidak lama kemudian, Rasulullah SAW bertemu dengan Waraqah bin Naufal.Saat itu, Rasulullah SAW sedang melaksanakan thawaf.Sesudah Rasulullah SAW menceritakan keadaannya, Waraqah berkata, “Demi DIA yang memegang hidup Waraqah, Engkau adalah nabi atas umat ini.Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa.

Pastilah Kau akan:Didustakan,Disiksa,Diusir,Diperangi orang.Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang dipihak ALLAH SWT dengan pembelaan yang sudah diketahui-NYA pula.”
Kemudian, Waraqah mendekat dan mencium ubun2 Rasulullah SAW.
Kini Rasulullah SAW memalingkan wajah kesekitarnya, melihat orang orang yang menyembah patung2 batu.

Orang2 ini juga menjalankan riba dan memakan harta anak yatim.Mereka jelas2 berada dalam kesesatan.Kepada orang2 inilah Rasulullah SAW diperintahkan untuk menyeru agar mereka menghentikan perbuatan2 itu.


Namun, apakah mereka mau berhenti begitu saja?Orang2 Quraisy itu benar2 amat kuat dalam memegang keyakinan mereka.
Orang2 itu bahkan siap berperang dan mati untuk mempertahankan keyakinan mereka.Untuk itu, Rasulullah SAW memerlukan datangnya wahyu penuntun lagi.


Namun, wahyu yang dinanti Rasulullah SAW ternyata tidak juga turun.Jibril tidak pernah datang lagi untuk waktu yang lama.Rasulullah SAW merasa amat terasing.Rasa takutnya kembali muncul.Beliau SAW takut jika ALLAH melupakan bahkan tidak menyukainya.

Rasulullah SAW kembali pergi kebukit dan menyendiri lagi di Gua Hira.Ingin rasanya Beliau SAW membumbung tinggi dengan sepenuh jiwa, menghadap ALLAH SWT, dan bertanya mengapa dirinya seolah ditinggalkan.


Apa gunanya hidup ini kalau harapan besar Rasulullah SAW untuk menuntun umat ternyata menjadi kering.Rasulullah SAW saat itu, benar2 hampir merasa putus asa.
Surat Adh DhuhaTiba2, wahyu itu turun:وَالضُّحَىٰDemi waktu matahari sepenggalahan naik,(QS.Ad-Duha 93:1)وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰdan demi malam apabila telah sunyi (gelap),(QS.Ad-Duha93:2)وَمَا دَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰTuhanMu tiada meninggalkanMu dan tiada (pula) benci kepadaMu.(QS.Ad-Duha93:3)وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰdan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagiMu daripada yang sekarang (permulaan). 

(QS.Ad-Duha93:4)وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰdan kelak TuhanMu pasti memberikan karunia-NYA kepadaMu, lalu (hatiMu) menjadi puas.(QS.Ad-Duha93:5)أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰbukankah DIA mendapatiMu sebagai seorang yatim, lalu DIA (ALLAH) melindungiMu?(QS.Ad-Duha93:6)وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰdan DIA (ALLAH) mendapatiMu sebagai seorang yang bingung, lalu DIA (ALLAH) memberikan petunjuk.(QS.Ad-Duha93:7)وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰdan DIA (ALLAH) mendapatiMu sebagai seorang yang kekurangan, lalu DIA (ALLAH) memberikan kecukupan.(QS.Ad-Duha(93:8)فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْsebab itu, terhadap anak yatim janganlah Kamu berlaku sewenang-wenang.(Qs.Ad-Duha (93:9)وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْdan terhadap orang yang minta, janganlah Kamu menghardiknya.(QS.Ad-Duha (93:10)وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْdan terhadap nikmat TuhanMu, maka hendaklah Kamu siarkan.(QS.Ad-Duha (93:11)
Rasa cemas dan takut di hati Rasulullah SAW kini hilang sudah.Betapa damainya firman ALLAH SWT itu terasa di hati Beliau SAW.Rasulullah SAW harus menjauhi setiap perbuatan mungkar dan membersihkan pakaian.Beliau SAW harus mengajak orang mengingat ALLAH SWT.

Beliau SAW harus tabah menghadapi gangguan, tidak boleh menolak orang yang meminta bantuan, dan berlaku lembut kepada anak yatim.


ALLAH SWT juga mengingatkan bahwa Rasulullah yatim, lalu ALLAH SWT melindunginya lewat asuhan kakeknya, Abdul Muthalib, dan pamannya, Abu Thalib.
Dulu, Rasulullah SAW hidup miskin, lalu ALLAH SWT memberinya kekayaan.ALLAH SWT pula yang telah menyandingkan Beliau SAW dengan Khadijah RA, yang menjadi kawan semasa muda, kawan semasa Beliau ber-tahannuts, kawan yang penuh cinta kasih, yang memberi nasihat dengan rasa kasih sayang.


ALLAH SWT telah mendapati Rasulullah SAW tidak tahu jalan, lalu diberi-NYA Beliau SAW petunjuk kenabian.Cukuplah semua itu.Hendaklah mulai sekarang, Rasulullah SAW mengajak orang kepada kebenaran, sedapat mungkin, sekuat mungkin.
*#Shalat*Shalat adalah 1 diantara ibadah pertama yang diajarkan ALLAH SWT kepada Rasulullah ﷺ.Suatu saat, ketika Rasulullah ﷺ dan Khadijah RA sedang melaksanakan shalat, datanglah Ali bin Abu Thalib.Ali yang saat itu masih anak2, tertegun melihat Rasulullah ﷺ dan Khadijah RA rukuk, sujud, serta membaca ayat2 Al Qur’an.
“Kepada siapa kalian sujud?”Tanya Ali RA ketika Rasulullah ﷺ dan Khadijah RA selesai shalat.


“Kami sujud kepada ALLAH SWT,”Jawab Rasulullah SAW, “ALLAH telah mengutusKu dan memerintahkanKu mengajak manusia menyembah ALLAH SWT.”
Kemudian, Rasulullah ﷺ mengajak sepupunya itu untuk beribadah kepada ALLAH SWT semata serta meninggalkan berhala2 semacam Lata dan Uzza.Rasulullah SAW pun membacakan beberapa ayat Al Qur’an yang membuat Ali bin Abu Thalib RA terpesona karena ayat2 itu demikian indah.


Ali meminta waktu untuk berunding dengan bapaknya terlebih dahulu.Semalaman itu, Ali RA merasa gelisah.


Esoknya, ia memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ dan Khadijah RA bahwa ia akan mengikuti mereka berdua, tidak perlu meminta pendapat bapaknya, Abu Thalib.
“ALLAH SWT menjadikan saya tanpa saya perlu berunding dulu dengan Abu Thalib,” demikian kata Ali RA, “apa gunanya saya harus berunding dengan dia untuk menyembah ALLAH?”
Jadi, Ali RA adalah anak pertama yang memeluk Islam.Kemudian, Zaid bin Haritsah, bekas budak yang ikut Rasulullah ﷺ, ikut masuk Islam juga.


Sampai disitu, Islam masih terbatas pada keluarga Rasulullah:Istri Beliau SAW, sepupu Beliau SAW, serta bekas budak yang ikut Beliau SAW.Apa yang harus Beliau SAW lakukan untuk menyebarkan Islam lebih luas lagi?Beliau SAW tahu betul betapa kerasnya dan betapa kuatnya orang2 Quraisy menyembah berhala yang diwarisi dari nenek moyang mereka.


Walau demikian, Islam ini harus disebarkan, betapapun kerasnya perlawanan orang.
Keislaman Abu Bakar
Abu Bakar bin Abu Quhafa RA dari kabilah bani Taim adalah teman akrab Rasulullah ﷺ sejak zaman sebelum Rasulullah SAW menjadi utusan ALLAH SWT.Rasulullah SAW amat menyukai sahabatnya itu karena Abu Bakar adalah orang yang bersih, jujur, dan dapat dipercaya.


Suatu hari, Abu Bakar RA mendengar desas-desus tentang Rasulullah ﷺ.Beliau RA segera keluar mencari sahabatnya itu.Ketika mereka bertemu, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Wahai Abu Qasim (salah satu panggilan Rasulullah SAW), ada apa denganMu?Kini Engkau tidak lagi terlihat di majelis kaumMu dan kudengar orang2 menuduh, bahwa Engkau telah berkata buruk tentang nenek moyangMu dan masih banyak lagi yang mereka katakan.”
“Sesungguhnya, Aku adalah utusan ALLAJ,” sabda Rasulullah ﷺ,
“ALLAH SWT mengutusKu untuk menyampaikan risalah-NYA.Sekarang, Aku mengajakmu kepada agama ALLAH SWT dengan keyakinan yang benar.Demi ALLAH, sesungguhnya, apa yang Kusampaikan adalah kebenaran.

Wahai Abu Bakar, Aku mengajakmu untuk menyembah ALLAH SWT yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-NYA, dan janganlah menyembah kepada selain-NYA, dan untuk selamanya kamu taat kepada-NYA.”
Rasulullah ﷺ memperdengarkan beberapa ayat Al Qur’an.Selesai Rasulullah SAW berbicara, Abu Bakar RA langsung memeluk Islam.Melihat keIslaman sahabatnya itu, Rasulullah SAW amat gembira.Tidak seorangpun yang ada diantara 2 gunung di Mekah yang kegembiraannya melebihi kegembiraan Rasulullah SAW saat itu.
Abu Bakar RA segera mengumumkan keIslamannya itu kepada teman2nya.Beliau RA juga mengajak mereka mengikuti Rasulullah SAW.


Dalam waktu singkat:Utsman bin Affan RA,Thalhah bin Ubaidillah RA,Zubair bin Awwam RA,Sa’ad bin Abu Waqash RA pun menemui Rasulullah SAW dan masuk Islam.
*#KeIslamanUtsmanbinAffan*Utsman bin Affan menuturkan sendiri tentang keIslamannya:”Aku datang kepada bibiku Urwah binti Abdul Muthalib untuk menjenguknya karena ia sakit.

Tidak lama kemudian, Rasulullah ﷺ datang ketempat itu juga dan aku perhatikan Beliau SAQ.Waktu itu, tampak jelas kebesarannya.Beliau SAW pun menghampiri aku dan berkata,
“Wahai  Utsman, mengapa kau memerhatikan Aku begitu rupa?”
“Aku menjawab, ‘Aku merasa kagum terhadap Engkau dan terhadap kedudukan Engkau diantara kami.Aku juga kagum dengan apa yang dibicarakan orang2 mengenai diriMu.”
Utsman melanjutkan, “Kemudian,  Rasulullah SAW mengucapkan kalimat ‘Laa illaha illallah’.Demi ALLAH, mendengar kalimat itu, aku langsung bergetar.Kemudian, Rasulullah SAW membacakan ayat:وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ ٢٢
فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ ٢٣”dan di langit terdapat (sebab2) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.”(Adz Dzariyat,51:22-23).
Kemudian, Rasulullah ﷺ berdiri dan pergi keluar.Aku pun mengikuti Beliau SAW dari belakang.Kemudian, aku menghadap Beliau SAW dan aku masuk Islam.”
*#PengorbananSeorangIstri*Khadijah RA yang berasal dari kalangan bangsawan Mekah, sadar betul bahwa Suaminya kelak akan dibenci oleh orang2 kafir.
Beliau RA berjuang disisi Suaminya, memilih Islam, dan menjadi pengikut pertama.
Khadijah RA menukar segala harta miliknya dengan kejayaan Islam yang tidak pernah beliau RA nikmati.
*#KaumMusliminAwal*Mengetahui betapa kerasnya kebencian orang2 Quraisy, kaum Muslimin permulaan (Assaabiquunal Awaluun), melaksanakan ibadah mereka secara sembunyi2.Jika hendak shalat mereka pergi ke celah2 gunung di Mekkah.Keadaan ini berlangsung selama 3 tahun berturut-turut.

Sementara itu, sedikit demi sedikit Islam semakin meluas.Firman ALLAH SWT yang turun 1/1 semakin memperkuat keyakinan kaum Muslimin.
Ada 1 hal yang membuat dakwah Islam berkembang, yaitu keteladan Rasulullah ﷺ, yang Beliau SAW contohkan dengan sangat baik.Beliau SAW adalah orang yang penuh bakti dan penuh kasih sayang.Beliau SAW juga sangat rendah hati sekaligus gagah berani.Tutur kata Beliau SAW lembut dan selalu berlaku adil.

Hak setiap orang pasti ditunaikan sebagaimana mestinya.Perlakuan Rasulullah SAW terhadap orang2 yang:Lemah,Yatim Piatu,Orang sengsara,Orang miskin adalah perlakuan yang penuh kasih, lembut dan sayang.
Pada malam hari Beliau SAW tidak cepat tidur, Beliau SAW bertahajud dan membaca wahyu yang disampaikan ALLAH SWT padanya.

Beliau SAW selalu merenung tentang nasib umatnya.Beliau SAW juga merenungkan betapa luar biasanya penciptaan langit, bumi dan segala isinya.

Seluruh permohonannya dihadapkan kepada ALLAH SWT.Hal2 seperti itu membuat orang2 yang sudah beriman semakin bertambah cintanya kepada Islam dan semakin kukuh  keImanannya.Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan sesembahan nenek moyang mereka dan tidak takut siksaan orang2 kafir yang membencinya.


Kalau orang lain telah Rasulullah ﷺ dakwahi bagaimana dengan keluarga Beliau SAW?Apakah Beliau SAW juga berdakwah kepada paman2 Beliau SAW yang sebagiannya merupakan para pembesar Quraisy yang disegani.

Apa yang mereka lakukan ketika mereka tahu bahwa Rasulullah ﷺ mengajak meninggalkan sesembahan berhala yang telah begitu lama diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Ustadz H.Mawardi Saleh LC MA Kembali Menjelaskan 

*#JamuanMakanUntukKerabat*Tidak ada yang lebih dicintai Rasulullah ﷺ daripada kaum kerabatnya sendiri.Setelah 3 tahun, turunlah firman ALLAH SWT yang memerintahkan agar Beliau SAW berdakwah kepada kerabatnya.وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَdan berilah peringatan kepada kerabat2Mu yang terdekat.(QS.Asy-Syu’ara’26:214)وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَdan rendahkanlah dirimu terhadap orang2 yang mengikutimu, yaitu orang2 yang beriman.(QS.Asy-Syu’ara’26:215)فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَjika mereka mendurhakaiMu maka katakanlah:Sesungguhnya Aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.(QS.Asy-Syu’ara’26:216)وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِdan bertawakkallah kepada (ALLAH SWT) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.(QS.Asy-Syu’ara’26:217)
Rasulullah ﷺ mengundang makan keluarga besar Beliau SAW.Mereka pun datang,
“Muhammad SAW beri aku arak!”Seru seorang paman Beliau SAW yang bernama Zubair.


Namun Rasulullah SAW hanya menyuguhkan susu.Setelah mereka makan, Rasulullah ﷺ berdiri dan berkata,”Aku tidak melihat ada seorang manusia dikalangan Arab yang dapat membawa sesuatu ke tengah2 masyarakat lebih baik dari yang Aku bawakan kepada kamu sekalian ini.Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik.ALLAH SWT telah menyuruhKu mengajak kamu sekalian.Siapa diantara kamu yang mau mendukungku?”
Setelah sesaat terpesona, semua orang menggerutu dan bangkit hendak pulang.

Namun mereka kembali terperangah ketika Ali bin Abu Thalib yang masih remaja bangkit seraya berseru lantang,
“Rasulullah SAW saya akan membantuMu!Saya adalah lawan siapa saja yang Engkau tentang!”
Rasulullah ﷺ menepuk bahu Ali sambil berkata kepada yang lain,
“Inilah saudara saya, membantu, dan pengganti saya.

Ikuti dan patuhilah dia!”
Mendadak tawa hadirin meledak.Seseorang berkata kepada Abu Thalib,
“Ia memerintahkan engkau supaya mendengar dan mematuhi anakmu sendiri”
Kemudian, semua orang bubar begitu saja.

Tidak seorangpun di antara para undangan yang tertawa terbahak-bahak itu menyadari bahwa diantara mereka akan ditebas Ali memang bersungguh-sungguh dengan kata2nya itu.
*#WalidbinMughirah*Pada awal kenabian, ada seorang bernama Walid bin Mughirah.

Ia mempunyai 2 sahabat yang merupakan penyair hebat.Dengan syair2nya, mereka berusaha menjelek-jelekkan Rasulullah SAW.Dengan syair, Walid mempengaruhi orang banyak dengan 2 sahabat penyairnya.
Penduduk Mekah Tidak Hirau
Meski ajaran Rasulullah ﷺ meluas dengan cepat, penduduk Mekkah masih berhati-hati dan tidak terlalu hirau.Mereka menduga ajakan Rasulullah ﷺ akan hilang dengan sendirinya dan orang akan kembali menyembah kepercayaan nenek moyang mereka.

Yang akhirnya, yang menang pasti Hubal, Latta dan Uza pikir mereka, tidak sadar bahwa keImanan murni yang diajarkan Rasulullah ﷺ tidak dapat dikalahkan.
*#SeruandariBukitShafa*Rasulullah ﷺ menaiki Bukit Shafa.Kemudian dengan suara lantang, Beliau SAW memanggil-manggil,”Wahai orang2 Quraisy!Wahai orang2 Quraisy!”
Penduduk Mekah yang sibuk dengan urusannya terkejut dan menoleh.
“Muhammad berseru dari atas Shafa!” seru mereka.


Seketika, orang2 datang berduyun sambil bertanya-tanya khawatir,
“Ada apa?”
Rasulullah SAW memandang kerumunan orang dibawah yang menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.


“Bagaimana pendapat kalian kalau Kuberi tahu bahwa dibalik-bukit ini ada pasukan berkuda yang siap menyerbu.Percayakah kamu kepadaKu?”Tanya Rasulullah ﷺ.
“Kami percaya!”Jawab orang2 yang diberkerumun itu.


“Kami tidak akan meragukan kata2Mu.Tidak pernah kami mendengar Engkau berdusta.”
Rasulullah ﷺ menarik napas dan menyampaikan seruannya,
“Aku mengingatkan kalian sebelum datang siksa yang amat berat!Wahai orang2 Quraisy, ALLAH SWT memerintahkan Aku untuk memberi peringatan kepada kalian bahwa yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat adalah mengucapkan kalimat:LAA ILAAHA ILLALLAAHMUHAMMADURRASULULLAAH.”
Sejenak orang2 tampak terpesona. Namun, Abu Lahab yang juga hadir disitu, dengan cepat naik darah.Ia berseru keras2 mencaci Rasulullah ﷺ,”Celaka Engkau, Muhammad!Binasa dan celakalah seluruh hari2Mu!Hanya untuk omong kosong itukah Kamu mengumpulkan kami?”
Rasulullah ﷺ tidak berkata apa2 dihina sekeras itu.Beliau hanya menatap tajam wajah Abu Lahab.Setelah teriakan Abu Lahab itu, orang2 Quraisy seperti disadarkan dari rasa terpesonanya.Mereka bubar dengan bermacam tingkah.Ada yang mengerutkan kening, ada yang berbisik-bisik, ada yang melirik Rasulullah SAW sambil tersenyum mencibir.


Hinaan Abu Lahab itu tidak dibiarkan ALLAH SWT.Turunlah firman yang mengutuk perbuatan itu.Turunnya Surat Al-Lahab
ALLAH SWT berfirman:Mengutuk Abu Lahabتَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّBinasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.(QS.Al-Lahab.111:1)مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَTidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.(QS.Al-Lahab.111:2)سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍKelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak.(QS.Al-Lahab.111:3)وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِDan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.(QS.Al-Lahab.111:4)فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍYang dilehernya ada tali dari sabut.(QS.Al-Lahab.111:5)
Wahai Abu Lahab, sekarang apa yang akan engkau katakan?Dengarlah, keponakanmu Muhammad tidak akan pernah lagi bungkam terhadap orang yang menentangnya.Keponakanmu Muhammad tidak akan pernah lagi menerima caci maki dan hinaan dari siapapun sekalipun dari pamannya sendiri.

Jika caci maki itu ditujukan pada ajaran ALLAH yang dibawanya.Keponakanu Muhammad bahkan siap terjun ke medan laga untuk menghadapi orang2 yang sombong dan congkak seperti dirimu.
Wahai Abu Lahab dengarkanlah!Dengarkanlah firman ALLAH yang baru turun itu!Bukankah firman itu seperti gelegar petir yang menyambar dirimu?
Dirimulah yang binasa, Abu Lahab!Seluruh hari2mulah yang binasa!Binasalah kedua tanganmu dan sungguh engkau akan benar2 binasa!
*#AbuLahab*Nama asli Abu Lahab adalah Abdul Uzza.Abu Lahab artinya si “Umpan Api”.


Bisa dibayangkan betapa sakitnya hati Rasulullah ﷺ dihina Abu Lahab.Abu Lahab adalah paman Rasulullah ﷺ.
Lebih dari itu Rasulullah SAW menikahkan kedua putrinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum dengan kedua putra Abu Lahab, Utbah dan Utaibah.


*#UmmuJamil*Selain Abu Lahab, ada seorang lagi yang amat murka dengan turunnya Surat Al Lahab.Dia adalah Ummu Jamil, istri Abu Lahab.Begitu mendengar bunyi Surat Al Lahab yang  disampaikan orang kepadanya, hati Ummu Jamil menggelegak marah.

Ia keluar rumah dan berjalan kesana kemari mencari sasaran pelampaisan kemarahan.Tidak lama kemudian, ia bertemu dengan Abu Bakar.Amarahnya naik ke ubun2.
“Apa maksud temanmu melantunkan syair tentang diriku?”Bentak Ummu Jamil kepada Abu Bakar.


Abu Bakar mengerti bahwa yang dimaksud Ummu Jamil adalah Rasulullah SAW.Sebenarnya, saat itu Rasulullah SAW ada disisi Abu Bakar, tetapi ALLAH SWT menutupi Beliau SAW dari pandangan Ummu Jamil.


“Demi ALLAH, temanku itu tidak pandai bersyair!” sanggah Abu Bakar.
“Bukankah temanmu itu mengatakan bahwa dileherku ada tali dari sabut yang dipintal?”
Ummu Jamil meraba-raba lehernya.Dileher itu, ada untaian kalung yang amat indah.Ia mempertontonkan perhiasannya itu kepada Abu Bakar sampai Abu Bakar merasa jengah dan memalingkan wajahnya.
“Inilah tali sabut yang dimaksud temanmu itu?”Ejek Ummu Jamil sambil tersenyum.”Tidakkah ini merupakan tali sabut paling indah didunia?”
Ummu Jamil kemudian berlenggak-lenggok genit sambil mempermainkan kalungnya.Ia tertawa dengan congkak.

Abu Bakar tidak membalas, beliau cuma memejamkan mata.
Melihat Abu Bakar yang tetap tenang, Ummu Jamil melengos pergi sambil mengomel,
“Semua orang Quraisy tahu bahwa aku adalah putri kebanggaan mereka!”
Ummu Jamil adalah wanita yang sangat cantik.Ummu Jamil berarti “Ibu Kecantikan”. Namun, seperti suaminya, Ummu Jamil sangat membenci Rasulullah SAW dan kaum Muslimin.Begitu bencinya sampai ia menyuruh budak2nya melemparkan kotoran dan batu kepada Rasulullah SAW setiap kali Beliau SAW lewat pungkas  Ustadz H.Mawardi Saleh LC MAAcara di akhiri dengan Doa pada pukul 20.33 wib (Rozali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita