by

Rela Sebagai Pengemis Demi Ilmu

(Foto Abuya Dimyati Cidahu-Pandeglang-Banten)

“Kisah Imam Baqi رحمه الله‎”

NarasiNews. – Imam Baqi رحمه الله‎ mendengar kabar mengejutkan begitu tiba di Baghdad.
Khalifah yang berkuasa saat itu jauh dari jalan Islam yang di ridhai Allah ﷻ.

Imam Ahmad رحمه الله‎ yang tetap pada kebenaran pun bereaksi menasihati khalifah. Namun, sang imam yang sangat mengagungkan Alquran dan sunah justru difitnah hingga dikucilkan. Beliau رحمه الله‎ juga dilarang mengajar ataupun mengumpulkan para penuntut ilmu.

Imam Ahmad رحمه الله‎ dianggap menentang paham yang dianut kekhalifahan. Sedihlah hati Imam Baqi رحمه الله‎ mendengar kondisi Imam Ahmad رحمه الله‎, guru yang diharapkannya memberikan ilmu barang satu Ayat, Kendati demikian, Imam Baqi رحمه الله‎ tetap mencari rumah Imam Ahmad رحمه الله‎.

Tekadnya untuk berguru telah bulat.
Beliau رحمه الله‎ pun melangkahkan kaki ke rumah sang imam. Saat mengetuk pintu, ternyata Imam Ahmad رحمه الله‎ lah yang membukakannya.

“Wahai Abu Abdullah, Saya seorang yang datang dari jauh, pencari hadis dan penulis sunah. Saya datang ke sini pun untuk melakukan itu,” ujar Imam Baqi رحمه الله‎ antusias.

“Anda dari mana ?” tanya Imam Ahmad رحمه الله‎ .

“Dari Maghrib al-Aqsa,” jawab Imam Baqi رحمه الله‎ .

Imam Ahmad رحمه الله‎ pun menebak, “Dari Afrika?”

“Lebih jauh dari Afrika. Untuk menuju Afrika saya melewati laut dari negeri saya,” jawab Imam Baqi رحمه الله‎.

Imam رحمه الله‎ pun kaget mendengarnya, “Negeri asalmu begitu jauh. Aku sangat senang jika dapat memenuhi keinginanmu dan mengajar apa yang kamu inginkan. Akan tetapi, saat ini saya tengah difitnah dan dilarang mengajar,” jawab Imam Ahmad رحمه الله‎.

Tak putus asa mendengarnya, keinginan Imam Baqi رحمه الله‎ untuk berguru pada Imam Ahmad رحمه الله‎ tak mampu dibendung.
Beliau رحمه الله‎ pun menawarkan berpura-pura menjadi pengemis.

Saya tahu Anda tengah difitnah dan dilarang mengajar wahai Abu Abdillah, akan tetapi tak ada yang mengenal saya di sini, saya sangat asing di tempat ini.

Jika Anda mengizinkan, saya akan mendatangi rumah Anda setiap hari dengan mengenakan pekaian pengemis. Saya akan berpura-pura meminta sedekah dan bantuan Anda setiap hari.

Maka wahai Abu Abdillah, masukkanlah saya ke rumah dan berilah saya pengajaran meski hanya satu hadis, pinta Imam Baqi رحمه الله‎ berbinar.

Melihat tekadnya yang begitu bulat dan amat giat menuntut ilmu, Imam Ahmad رحمه الله‎ pun menyanggupi. Namun, Beliau رحمه الله‎ meminta syarat agar Imam Baqi رحمه الله‎ tak mendatangi tempat kajian hadis ulama selain Imam Ahmad رحمه الله‎. Hal tersebut dimaksudkan agar Imam Baqi رحمه الله‎ tak dikenal sebagai penuntut ilmu. Statusnya sebagai penuntut ilmu sementara
dirahasiakan.

Mendengar kesanggupan sang Imam, Imam Baqi رحمه الله‎ pun begitu bahagia. Beliau رحمه الله‎ segera menyanggupi persyaratan itu.
Hati Imam Baqi رحمه الله‎ saat itu benar-benar dipenuhi bunga-bunga mekar nan indah.

Keesokan hari, Imam Baqi رحمه الله‎ pun mulai ‘beraksi’. Beliau رحمه الله‎ mengambil sebuah tongkat, membalut kepala dengan kain, dan pernak-pernik pengemis lain. Sementara itu, sebuah buku dan alat tulis berada di balik baju samarannya itu.

Ketika berada di depan pintu Imam Ahmad رحمه الله‎, Imam Baqi رحمه الله‎ dengan nada melas akan berkata,

“Bersedekahlah kepada orang miskin agar mendapat balasan pahala dari Allah ﷻ, ujarnya.

Jika mendengarnya, Imam Ahmad رحمه الله‎ segera membukakan pintu dan memasukkan Imam Baqi رحمه الله‎ ke dalam rumahnya. Di dalam rumah, dimulailah proses pengajaran ilmu yang amat diberkahi Allah ﷻ itu.

Demikian aktivitas itu dilakukan setiap hari oleh Imam Baqi رحمه الله‎ dan sang guru. Dari proses belajar diam-diam itu, Imam Baqi رحمه الله‎ mampu mengumpulkan 300 hadis dari Imam Ahmad رحمه الله‎.

Hingga kemudian jabatan kekhalifahan berganti. Seorang Suni yang fakih beragama, Al-Mutawakkil, naik menjabat sebagai khalifah. Sejak itu, sunah pun dibumikan kembali, aturan yang bertentangan dengan syariat peninggalan khalifah sebelumnya segera dihapuskan.

Imam Ahmad رحمه الله‎ pun kembali menjadi ulama Muslimin. Kajiannya dibuka, para penuntut ilmu berbondong-bondong datang.

Sejak itu, kedudukan Imam Ahmad رحمه الله‎ makin tinggi dan terkenal. Jumlah muridnya sangat banyak.

Jika Beliau رحمه الله‎ membuka majelis kemudian melihat Imam Baqi رحمه الله‎, maka Imam Ahmad رحمه الله‎ segera memanggil Imam Baqi رحمه الله‎ dengan gembira. Imam Ahmad رحمه الله‎ akan meminta Imam Baqi رحمه الله‎ untuk duduk di samping Beliau رحمه الله‎.

“Inilah orang yang benar-benar menyandang gelar penuntut ilmu,”
ujar Imam Ahmad رحمه الله‎ kepada para muridnya.

Sang Imam pun mengisahkan pengalaman Imam Baqi رحمه الله‎ yang menyamar menjadi pengemis demi mendengar satu hadis. Imam Baqi رحمه الله‎ pun kemudian menjadi murid dekat Imam Ahmad رحمه الله‎. Beliau رحمه الله‎ di kemudian hari menjadi ulama terkenal dari kawasan Andalusia.

Kegigihan inilah yang patut dicontoh Muslimin, terutama para pemuda. Apalagi menuntut ilmu dalam Islam itu hukumnya wajib.

Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda,
“Barang siapa berjalan dalam rangka menuntut ilmu maka akan dimudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

(Foto Abuya Dimyati Cidahu-Pandeglang-Banten)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita