by

Sedikit nya Ratusan Masa Menutut Tanah Wakaf Perkuburan, Yang Dikuasai PT EUP Dikembalikan

-Berita-71 views

NarasiNews,Dumai. – Sedikit nya hampir ratusan masa yang ikut berunjuk rasa di depan PT.Energi Unggul Persada (EUP) di Kelurahan Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Senin (22/03/2021).


Masa meminta untuk kembalikan tanah wakaf perkuburan dan juga meminta sungai Paol yang hilang, bersama tanaman bakau yang sejak awal perusahaan berdiri.


Diduga aksi unjuk rasa tersebut dipicu dengan penyerobotan lahan milik ahli waris Zailani Bin H.Abdul Aziz yang takunjung selesai hingga kini.


Menurut penyampaian pihak pendemo bahwa lahan Pabrik dibeli di RT.02 ternyata pisiknya dibangun di RT.01 dan hal ini dibenarkan Camat Sungai Sembilan Tanwir Azhar Efendi.S.sos.menyampaikan kepada pihak Perusahaan agar ditinjau izin Pabrik dan menyelesaikan hak-hak masyarakat yang belum terselesaikan.


Selain itu juga, massa aksi demo orasikan kepada pihak perusahan PT.Energi Unggul Persada yaitu persoalan tanah wakaf perkuburan masyarakat, meminta kepada pemerintah cabut izin Amdal PT.EUP, meminta kejelasan tentang sungai paol, prioritaskan tenaga kerja lokal.


Terlihat dari pantauan dilapangan oleh media aksi unjuk rasa ini di jaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI dan Security PT.EUP.
Sedangkan dari pihak  PT EUP Sungai Sembilan, Selaku Meneger Oprasional Hendra ‎menyampaikan,izin dari PT EUP sudah lengkap, tidak mungkin Perusahaan berdiri tanpa izin, karena Perusahaan patuh dan taat terhadap peraturan di kota Dumai.


Selanjutnya Hendra Menambah kan lagi bahwa pihak perusahaan tidak pernah menguasai tanah wakaf bahkan kedepan akan dipagari atau diperbagus, agar ahli warisnya bisa berziarah dengan nyaman“Kita sudah lengkap semua, mulai dari izin amdalnya dan izin- izin lainya ‎sudah kita lengkapi semua, itu bentuk kita taat akan aturan,” sebutnya.


“Jika ada yang mengaku bahwa itu lahan masyarakat dan lainya, kita serahkan saja ke jalur hukum untuk lebih pastinya, nantinya pengadilan yang akan memutuskanya,”
Sedangkan Ratusan Massa yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Hak Rakyat (APHR) dipimpin Edi Zulfan tetap akan memperjuangkan Hak Masyarakat dan meminta kepada Pemko Dumai agar perizinan dan Amdal PT EUP di tinjau ulang kembali, serta libatkan peran masyarakat kota Dumai dalam kawasan industri tersebut pungkasnya. (Rozali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita