by

Tim Penyidik KPK Kembali Melakukan Penggeledahan di Kota Medan

-Berita-83 views

NarasiNews,Jakarta. – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti terkait dengan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK)  proyek peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015 atas nama tersangka PES ( Petrus Edy Susanto) Dan Kawan Kawan Pada  Hari ini Selasa (26/01/2021). 


Adapun lokasi penggeledahan dilakukan di beberapa tempat di Kota Medan, diantaranya kantor dan rumah kontraktor pelaksana proyek yang terkait dengan perkara ini yang terletak di daerah Medan Petisah Kota Medan. 


Dari hasil penggeledahan diperoleh sejumlah dokumen terkait perkara ini.Tim penyidik akan menganalisa dan verifikasi atas dokumen dimaksud dan kemudian segera melakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi pembangunan jalan Lingkar Barat Duri di Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 ujar Plt Jubir KPK, ungkap Ali Fikri dalam keterangan Relis nya Selasa (26/01/2021).


PLT Juru Bicara KPK Ali Fikri Memaparkan pada media Diketahui sebelumnya, KPK juga telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut.


Kemudian,proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp 126 miliar.

Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT) jelas Ali Fikri.


Selanjutnya, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp 152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor.


Proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp 41 miliar. M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut.


Berdasarkan hasil perhitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut merugikan keuangan negara yang ditaksir sekitar Rp 475 miliar Pungkas Ali Fikri.
Sumber : (Relis KPK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita