by

Tim Penyidik KPK Kembali Memproses 8 Saksi Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years)

-Berita-40 views

NarasiNews,Riau. – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada Senin (01/3/21) kembali melakukan pemeriksaan kepada tujuh orang saksi tersangka Direktur PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN) MB dalam lanjutan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau TA 2013 s/d TA 2015, di Markas Kepolisian Daerah Riau.

Sebelumnya KPK telah menahan dua orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek multi years peningkatan Jalan Lingkar Batu, Siak Kecil, tahun anggaran 2013-2015 ini.

Tersangkanya ditahan yakni Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN) HS dan Direktur PT ANN MB.Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam pesan singkatnya (WhatsApp) membnarkan saat ini penyidik KPK sedang berada di Mapolda Riau, mereka (penyidik) rencana pagi ini akan memeriksa, 8 saksi terkait tersangka MB yakni Direktur PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN).”Hari ini dilakukan pemeriksaan saksi MB TPK proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau TA 2013 s/d TA 2015, pemeriksaan dilakukan di Kepolisian Daerah Riau, adapun nama saksi sebagai berikut.

1. JUFRI SWASTA

2. Indrayanti Wiraswasta / supplier

3. HENGKI WIJAYA SWASTA

4. AHMAD ZULFANERI SWASTA

5. DJALI DUMAI SWASTA

6. WILLY JACKSON SWASTA

7. CV. INDO PRIMA SWASTA

8. SYAHRIAL EFENDI SWASTA” jelas Ali Fikri melalui WhatsApp, Senin (01/3/2021).

Ali Fikri kembali memaparkan bahwa pada sebelum kasusnya, Handoko diduga berperan aktif selama proses lelang untuk memenangkan PT ANN, meskipun sejak awal dinyatakan gugur di tahap prakualifikasi.

Namun bersama beberapa pihak di Dinas PUPR Kab. Bengkalis, dia diterka melakukan rekayasa dokumen lelang fiktif sehingga PT ANN dinyatakan menang tender ungkap Fikri.Sedangkan Melia, diduga aktif melakukan berbagai pertemuan dan memberikan sejumlah uang kepada beberapa pejabat di Dinas PUPR Kab. Bengkalis agar bisa dimenangkan dalam proyek.

Di sisi lain, diterka pula ada manipulasi data dan pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.Karena perbuatan para tersangka, kerugian keuangan negara diduga sekitar Rp156 miliar dari nilai kontrak Rp265 miliar.

Oleh sebab itu, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tandasnya.(Relis KPK).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Umpan Berita